ke Jakarta naik travel

Setelah kuhitung, ternyata baru 4 kali saja aku ke Jakarta, yang pertama sekitar tahun 1993 waktu itu ada munas FKHMEI (forum komunikasi himpunan mahasiswa elektro indonesia) yang bertindak sebagi tuan rumah adalah Universitas Pancasila Jakarta, tempat munasnya di TMII selama satu minggu dan nginepnya di Desa Wisata TMII. Waktu itu naik kereta api rame-rame rombongan dari FKHMEI Jateng dan Jogja.

Kali kedua, ke tiga dan keempat ke Jakarta semuanya kulakoni dengan naik travel. Kenapa aku naik travel? Sebagai orang ndeso yang ibaratnya nol tentang kehidupan Jakarta, maka menurutku naik travel merupakan alternatif paling masuk akal, murah dan aman. Berangkat dari Jogja di Jemput sekitar maghrib, dan sampai di tempat alamat tujuan di Jakarta sekitar jam 6 pagi.

Memang dari segi waktu tidak efisien tentunya jika dibandingkan naik pesawat, tetapi aku seneng saja, karena bisa menikmati perjalanan di sepanjang malam dan bisa melihat salah satu sisi kehidupan malam yang tidak tidur di sepanjang perjalanan. Kalau dari jogja biasanya persinggahan pertama adalah di rumah makan daerah Kebumen kalau tidak salah, maaf lupa namanya, tetapi Rumah makan ini besar dan letaknya dekat palang kereta api. Bis, travel dan kendaraan pribadi banyak yang mampir di rumah makan ini. Saya biasanya makan malam dan sholat isya’ di rumah makan ini.

Pemberhentian selanjutnya adalah di daerah Kadipaten, dan kadang tak tentu juga tergantung penumpang misal ada yang mau buang air kecil, maka bisa berhenti di pompa bensin. Terus terakhir berhentinya di daerah Purwakarta, setelah itu langsung ke Jakarta.

Yang membuat aku kagum adalah daya tahan sopir travel dalam mengemudikan mobil, kalau dirata-rata memang paling tidak maksimal 2 jam sekali mereka baru istirahat.

Sekedar tips bagi anda yang mau naik travel.

1. Sediakan uang lembaran seribuan yang banyak, karena setiap kali berhenti untuk buang air kecil, maka bayarnya adalah Rp. 1.000,-

2. Jika tidak tahan dengan AC, maka siapkan jaket dan penutup kepala atau topi, kalau saya biasa pakai penutup model ninja yang cuma kelihatan mata dan hidungnya. Pakai kaos kaki dan sepatu, tetapi siapkan pula sandal jepit, karena akan lebih enak saat turun untuk ke kamar kecil atau sholat di masjid dengan memakai sandal jepit.

3. Bawalah peta MUDIK yang biasa dibagikan para operator selular saat lebaran, dengan membawa peta maka anda akan tahu rute perjalanan anda, untuk mengecek sampai di tempat mana, maka bisa anda lihat pada CELL INFO/CELL BROADCAST di hp anda.

4. Membawa 2 buah HP dengan 2 buah kartu yang berbeda akan bermanfaat, karena-kadang di tengah jalan ada saja sinyal hp yang jelek. Kalau perlu anda membawa cadangn baterai HP, sebab kalau misal anda sambil aktif memakai HP untuak internet, denger musik, atau chatting, tentu baterai akan segera habis. Pengalaman saya saat berhenti di kedai kopi, maka anda bisa ngeces (charge) hp anda di kedai tersebut. Jadi jangan lupa pula siapkan charger anda.

5. Sebelum berangkat, atau saat memesan tiket di agen, akan lebih baik jika pihak agen/sopir yang akan membawa anda benar-benar tahu tempat dan alamat yang akan anda tuju, sehingga nanti di Jakarta nyarinya tidak perlu muter-muter.

6. Bawa bekal yang memadai, yaitu Aqua galon satu liter, berikut snack seperti roti, wafer, dll agar diperjalan nanti kalau anda lapar dan haus bisa makan di dalam travel, biasanya dari pihak travel juga memberi satu dus makanan ringan dan minuman 1 botol kecil aqua. Semua bekal ini anda bawa dalam tas tersendiri dan anda bawa ke tempat duduk anda. Sedangkan tas yang besar yang mungkin berisi baju ganti, oleh-oleh atau yang lainnya bisa di taruh di bagasi belakang mobil travel.

7. Jika anda puas dengan travel tertentu, ada baiknya anda gunakan terus saja travel tersebut, agar tercipta hubungan yang lebih baik jika sudah saling kenal. Kalau saya dari jogja biasa naik Travel BOB MILA.

8. Sediakan TIPS sekitar 20-25 ribu untuk sopirnya, jika minta ya dikasih, jika tidak ya ndak usah dikasih.

9. Pilih mobil yang Isuzu Elf karena mobil ini lumayan besar, dengan tiga seat kursi, dan biasanya tempat favorit saya adalah di belakang sopir, karena tempatnya lega, akses turun naik juga enak, karena dekat pintu.

10. Terakhir bulan November 2007 saya naik travel dengan Isuzu Elf, saya bayar Rp. 250.000- Jogja Jakarta. Pulangnya juga sama. Jika rumah anda diluar kota dan tidak sejalur dengan rute travel yang ke Jakarta, biasanya minta tambah sekitar Rp. 25.000,-

Demikian sekedar berbagi pengalaman naik travel ke Jakarta semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkan info tentang naik travel.

2 Tanggapan

  1. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Setiap Aksi akan ada Reaksi yang menghasilkan suatu yang baru. Setiap periode telah menggorskan pena sejarah yang beraneka rupa. Semoga periode FKHMEI 2007-2009, menjadikan suaru periode momentum untuk ber-akselerasi menjalin silaturahim kembali dengan seluruh saudara elektro di bumi pertiwi yang sedang bangkit mengepakkan sayap. Apresiasi kita akan menjadikan Indonesia Bergerak dalam sektor teknologi serta pen-sejahteraan rakyat secaramerata. Dengan terciptanya suatu kondisi majemuk yang solid.

    Bangkit Indonesia bersama FKHMEI

    Wassalamualakum Wr. Wb.

    REGARD.,
    Tomy Pratama Zuhelmi
    ———————
    tomy_kidz@yahoo.com => YM
    Kepala Departemen Aspirasi Periode 2007-2009
    085691717213
    BeRGeRak TuNTaSKaN PeRuBaHaN WiTH BeRPiKiR CeRDaS, BeKeRJa KeRaS, BeRHaTi iKHLaS FoR BiRuH BiDaM NaFDiKa Ya iSLaM

  2. @ Tomy
    Salam kenal mas, kalau punya data pengurus FKHMEI jogja kisaran tahun 2003 mohon kirim ke email saya, saya enggak punya datanya, saya ingin silaturahmi lagi, mungkin bisa dengan Facebook atau lainnya nanti. Thank.

Tinggalkan Balasan