bedanya ngenet dengan CDMA dan GSM sebagai modem

Dua hari ini saya dipinjami MODEM CDMA merek VENUS milik adik keponakan, dan saya coba dengan kartu STARONE indosat koleksi saya yang hanya saya isi, lalu saya biarkan sampai waktu tenggangnya mau habis, baru saya isi lagi, begitu seterusnya, sehingga kemarin sempat terkumpul pulsa Rp 50.000,00 lebih dikit.

Sebagai catatan, rumah saya itu ndeso jauhnya sekitar 10KM (line of sight /  garis lurus) dari pusat kota jogja, sehingga kebanyakan semua sinyal CDMA yaitu flexy, fren, starone, esia mendekati limit semua. Ceria dan Smart belum pernah nyoba.

sedangkan sinyal GSM yang 3 besar sih OK semua, THREE dan AXIS yang belum nongol.

Saat pakai modem CDMA

1. Modem menjadi panas, karena dipakai terus menerus, yah persis kalau kita nelpon berlama-lama memakai HP CDMA. Solusinya modem saya kipasi dengan kipas pendingin dari HARDISK EKSTERNAL. Hasilnya lumayan dingin.

2. Koneksi lebih sering putus, jadi nyebelin juga saat sedang mau make tiba-tiba saja tidak bisa, eh ternyata putus.

3. Kecepatan, yah nggak beda-beda amat dengan GPRS, mungkin ibaratnya naik Suprafit 100CC bersaing dengan Kharisma 125CC, jadi enggak begitu terasa bedanya.

Sebenarnya enggak fair juga saya tulis seperti diatas karena saya baru nyoba starone saja, tetapi mengingat BTS CDMA yang entah dimana tempatnya saya sendiri kurang tahu, tapi yakin jauh semua dari rumah saya, maka untuk saat ini memakai GPRS yang BTSnya nyata-nyata dekat dari rumah saya adalah pilihan yang paling nyaman saat ini.

CDMA EV-DO kapan yach menyambangi jogja………………

Tinggalkan Balasan