kuburan selatan rumahku memang angker


Mumpung malam jumat kliwon auwwww auwwww, padang mbulan meneh, suasanane rada-rada mistis. Maka teringat jaman kecil dulu, kuburan selatan rumahku yang memang bersebelahan dengan rumahku, dulu memang terkenal angker dan penghuninya sering usil.

Pintu gerbang kuburan yang berbatasan dengan pekarangan

tahun 70an jalan ini kiri kanan full pohon bambu, dan gelap, ini jalan depan kuburan yang sering membingungkan orang

Cerita pertama.
Saya masih ingat betul saat saya kecil dulu, pintu kuburan ada disisi selatan bagian barat, jauh dari jalan raya yang ada di sisi barat laut, jadi untuk menuju pintu kuburan harus melalui pekarangan sebelah yang saat itu banyak pohon-pohon besar, tetapi anehnya pernah ada mobil yang katanya disewa oleh seseorang bisa masuk sampai kedepan pintu kuburan. Saya paginya jelas melihat bekas ban mobil sampai di depan pintu kuburan, dan ada bekas bodinya kena pohon, sehingga kulit pohon ada yang rusak lecet-lecet. Saya dengar penuturan dari tetangga yang diberitahu sopirnya, katanya disewa orang, dan rasanya jalan sampai ke depan pintu kuburan juga halus.
Hampir sama tapi yang disewa adalah motor, katanya yang minta diantar adalah wanita cantik, dan bayarnya pakai daun, tahunya daun ya setelah sadar.

Cerita kedua.
Jaman dahulu ada “mbah kaum” yang tugasnya memimpin doa saat kenduri dll, anehnya mbah kaum ini tidak berani lewat kuburan dekat rumah saya, karena kalau nekat lewat pasti dikerjain sama lelembut di kuburan, jaman dulu pohon bambu tumbuh lebat di kiri kanan jalan dekat kuburan, yang pernah kerumah saya pasti lewat jalan ini, yaitu jalan dari masjid keutara sampai ke rumah saya. Jadi mbah kaum ini kalau nekat lewat, katanya pohon-pohon bambu ini pada roboh menghalangi jalan yang mau dilewati mbah kaum.

Cerita ketiga.
Bahkan di siang hari, kuburan dekat rumah saya ini sering membingungkan orang, bukan orang jauh, lha orang di kampungku sendiri ada yang tidak berani lewat, karena mesti bingung, saya sering dengar cerita ini. Terakhir baru tahun 2011 ini, tapi memang orang pendatang, dia lewat jalan di dekat kuburan harusnya keselatan, malah keutara sampai 1 kilometeran, untungnya ada yang kenal lalu diantar kerumah anaknya.

Cerita keempat.
Ini dialami mbakyu saya, anaknya pakdhe yang dulu tinggal di rumah saya, ceritanya dia dari masjid habis isya pulang sendirian, dan didekat kuburan ditakuti penampakan wedon, yaitu wujudnya putih dari kecil lalu lama-lama menjadi tinggi besar.

Begitulah ceritanya, itu jaman dulu saat listrik belum masuk dusunku, suasna memang gelap gulita. Tetapi semenjak ada listrik masuk dusunku, dan suasanya terang benderang meski malam hari, menjadikan suasanya tidak begitu horor lagi. Yang masih sering terjadi hanyalah orang yang kadang dibingungkan didekat kuburan diselatan rumahku ini.

Iklan

14 Tanggapan

  1. Gak ono gambare 😀

    Suka

  2. poto kuburane jane pak?

    Suka

  3. pantes
    aku lewat kae,,….
    aman

    Suka

  4. pantes kok aku kesasar tekan Rewulu barang..
    jangan…jangan…
    malah ora dhong yen cedhak mesjid ana kuburan

    Suka

  5. angker? kenapa harus takut? takutlah kepada Allah saja

    Suka

  6. Waah mas Hadi wis ketularan mas Yudi (batang) crito sing horor-horor..

    Suka

  7. tapi klo di surabaya da kuburan rangkah malah dijadikan tempat tinggal,,,
    kursinya nisan….mejanya kijing…tempat tidurnya disela-sela tembok

    http://setia1heri.wordpress.com/2011/10/15/impresi-naik-garuda-indonesia/

    Suka

  8. klo disurabaya kuburan rangkah dijadikan tempat tinggal

    http://setia1heri.wordpress.com/2011/10/15/impresi-naik-garuda-indonesia/

    Suka

  9. blogger horor bertambah lagi . . . :hammer:

    keep brotherhood,

    salam,

    Suka

  10. aku kok sudah udah 11 tahun tinggal di rumah ini kok baru tahu sekarang ceritanya mas, wah ratau crito …

    Suka

  11. mantab dah , penampakannya gak didokumentasiin..

    Suka

  12. gunung kidul iki mase

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: