ketilang itu gak enak, maka marilah pakai motor standar dan patuhi peraturan lalu lintas


Hari minggu tanggal 26 Februari 2012, sebetulanya saya diajak oleh kakak (anaknya pakdhe) untuk melayat di Semarang, tetapi karena mendadak, maka saya terpaksa tidak bisa ikut, karena tiap ahad pagi saya ada tugas negara, mengantar ibu saya untuk pengajian bimbingan haji di sleman.

Sorenya saya mendapat kabar, kakak saya yang pakai vario kena tilang di daerah SECANG, ini karena lampu belakang vario ditutup scotlite, maaf saya belum bisa memfoto motornya jadi belum bisa memberikan bukti yang jelas. Intinya kakak saya ketilang dan kena seratus ribu, tanpa sidang tentunya, dan lagi lagi saya tidak punya bukti akan hal ini, lagian kakak saya tentu tidak diberi nota untuk uangnya yang seratus ribu ini kan. Tapi yakin kakak saya jujur. Dan salah satu alasan saya tidak ikut adalah karena tanggal tua, tidak punya uang lebih, takutnya ban bocor atau kerusakan lain atau kena tilang karena motor saya ada yang salah, kan repot sendiri. Kakak saya yang satunya lagi memakai motor supra fit milik saya, dan aman, karena memang motor saya standar banget, lengkap.

Yang paling saya kawatirkan dari motor pulsar saya adalah jika lampu utama mati, alamak untuk ganti makan waktu lama, dan juga belum tentu tiap bengkel punya lampunya, misal kejadian mati lampu utama pas saya turing keluar kota, tetap saja polisi tidak akan mau tahu, tahunya mereka ya saat razia lihat lampu kita mati. titik. ini yang dinamakan nasib lagi apes. Padalal saya tiap riding selalu menghidupkan lampu utama di siang hari, apalagi malam hari.

Okelah itu memang salah kakak saya yang pakai motor anaknya yang divariasi khas anak muda. Semoga saja uang tilang itu masuk kas negara, dan berguna bagi rakyat indonesia.

Jadi pelajaran yang bisa diambil terutama sat keluar kota, pakailah motor yang standar dari pabrikan, dan pastikan semua kelistrikan berfungsi, terutama lampu dan klakson. Lalu ridinglah dengan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Saya kalau keluar kota jika ada rambu misal belok kiri jalan terus yang saya ragu atau tidak melihat, mending ya pelan-pelan atau malah berhenti melihat suasana dan pengandara lain yang asli kota tersebut. Saat di Purworejo, kalau mau lewat jalur BIS luar kota kan belok kiri, dulu saya berhenti karena rambu tidak terlihat jelas. Ini saat saya mau silaturahmi ke sedulur koboys banyumas dulu.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikawatirkan saat kita riding dengan motor yang lengkap, punya SIM dan STNK dan dibawa tentunya, peralatan keselamatan yang lengkap, serta mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, marilah kita bantu aparat yang berwenang di jalan raya agar tidak menjadi bekerja ekstra menilang kita.

Iklan

5 Tanggapan

  1. aku nyalain lampu utama terus, eh nembe 5000 km kok lampu P220 pedot jyan

    Suka

  2. Insyaallah

    Suka

  3. RX Raja yang pada dipake oknum anak club kebanyakan juga pada nggak pake lampu sign, malah ngadain jambore lagi, uedyan……..

    Suka

  4. mumpung tanggal tuo, oknum kuwi golek2 kesalahan.

    Padahal rata2 pemakai vario lama pasti menutup sebagian lampu stop-nya biar keliatan sipit.

    ora ono tutup pentile be dadi masalah…..

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: