lalu lintas jogja saat liburan sudah seperti lebaran tahun 2011 lalu


Jogja memang kota istimewa, kota wisata, kota budaya, kota kuliner, dll. Sehingga saat liburan menjadi tujuan utama bagi para pelajar dan wisatawan sekitar jogja bahkan dari luar kota.

Untuk kuliner, pasti orang akan cari gudek dan bakpia yang keduanya khas jogja, meskipun masih adal makanan yang lain. Tentu tidak lupa makanan BAKMI JOWO di warung-warung tertentu yang sudah dikenal sampai luar jogja, bahkan untuk bakmi jawa ini kadang bisa natri 2 sampai 3 jam pun rela.

Paling kentara liburan saat ini jogja terasa padat sekali lalu lintasnya, bisa dipastikan di jalan utama misal sekitar Tugu Jogja, sekitar depan taman Pintar, sekitar Candi Prambanan, bahkan jalan tanjakan naik Piyungan-Patuk menuju Kabupaten GunungKidul juga sangat terasa kepadatan lalu lintasnya. Tentu ini semua diakibatkan banyaknya sepeda motor yang dipunyai hampir setiap orang di Jogjakarta, terutama para pekerja seperti saya ini yang bekerja lintas kabupaten. Padahal sepuluh tahun yang lalu jika saya pulang maghrib saja, di BUKIT BINTANG / HARGODULMILAH sudah ngeri lewat daerah ini, karena sepi dan terkenal untuk nongkrong pelaku kejahatan di jaman dulu, tetapi sekarang rame banget, karena ada warung warung, restoran bahkan hotel di bukit bintang ini. Ekonomi yang hidup dan menggeliat hingga malam.

Untuk wilayah selatan di jalan wates juga pasti terjadi bottle neck di traffick light jalan wates yang masuk ke ringroad dari arah Wirobrajan, pasti macet dan uyel uyelan disini, padahal yang kekiri boleh jalan terus, tapi kadang banyak yang tidak tertib, kerena mau lurus kearah Gereja tapi nutupu jalan yang mau ke kiri. Sebenarnya lalu lintas disini bisa dikurangi seandainya misal dari arah UPY kebarat lurus diberi jalan yang tembus ke arah ringroad barat tembus di utura UMY, memang perlu sebuah jembatan. Tapi saya yakin orang yang mau ke jalan wates yang dari arah selatan sekitar patang puluhan akan pilih lewat jalan ini seandainya besok dibuat.

Untuk jalan godean, dari Perempatan jalan Magelang sampai Pasar Godean, bisa dipastikan padat kendaraan roda dua, terutama di pagi dan sore hari saat orang berangkat atau pulang kerja. Biasanya parah di perempatan Mirota Godean yang tidak ada traffick light nya. kemarin saya pakai CBR150R thailand punya Adahani horee, sempat kena macet di daerah ini, dan suhu mesin langsung naik hampir ke level merah. Untungnya CBR 150R ini bodynya kecil, setangnya tidak lebar, jadi bisa nyelip nyelip dengan mudah, berbeda saat riding pakai pulsar saya, pasti sulit untuk nyelip nyelip.

Saya jadi teringat lebaran tahun 2011, rasanya kondisi saat musim liburan kali ini sudah mirip dengan kondisi lalu lintas saat lebaran yang lalu. Pertanyaanya adalah, untuk lebaran 2012 besok, pasti akan lebih parah lagi. Saya kadang males banget untuk masuk kota jogja saat lebaran.

Apa lebaran besok cukup dirumah saya, pake FB, twitter, instagram, blog, BBM, whatsapp messenger. SMS? ah mahal!

Iklan

3 Tanggapan

  1. Klo di jogja menjadi sesustu yg luar biasa ya Mas?

    Hehehe

    Suka

  2. daerah istimewa kan 😛

    Suka

  3. Pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat..

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: