ngecor pengerasan jalan di kampungku


IMG_20130302_134148

Namanya juga dikampung, pembangunan juga swadaya, inilah hebatnya orang orang kampung, salah satunya adalah pengerasan jalan kampung di dusun saya, lebih tepatnya di RT 04 dusun saya, karena biasanya sudah per RT kalau ada kegiatan-kegiatan di kampung, meskipun begitu dari RT laion juga ada yang membantu, inilah gotong royong guyup rukun yang masih hidup di dusunku.

Jalan ini kebetulan ada di sisi barat dan utara rumah saya, memang jalan utama kampung sudah lebih dulu di cor beberapa tahun yang lalu, yang ini adalah kelanjutan. Kenapa pilih cor? karena lebih irit dan bisa dibikin lebih bagus adonannya dan ketebalan serta lebar jalan yang mau di cor, beda dengan pengaspalan jalan kampung, jalan harus diaspal semua permukaannya, padahal tidak setiap bagian jalan diperlukan benar untuk dilewati.

Untuk jalan dusun yang dicor hanya setengahnya saja, yaitu hanya dua lajur kanan kiri dengan menyisakan tengah yang lebarnya hampir sama dengan yang di cor kiri kanan, dan disisakan b=pada sisi kiri dan kanan jalan. Dengan demikian biaya bisa ditekan.

Pengecoran ini dilakukan dengan cara kerja bakti gotong royong, pengadukan dilakukan dengan mesin molen. Campuran untuk satu molen adalah sekitar 8 ember kecil air, 1 sak semen, 6 pecahan batu (krakal), dan 7 pasir. Setelah diaduk dengan molen maka didistribusikan dengan CELENG bisa untuk 5 celeng, lalu dibawa ke bagian jalan yang akan di cor.

Dalam pengecoran ini ada tim sebagai berikut :
1. Operator molen ada dua orang, satu orang pegang kemudi molen yang bertugas memutar molen untuk menumpahkan adukan ke celelng. Satunya adalah operator yang memasukkan semen, pasir dan krakal ke mulut molen.
2. Penyedia air, terdiri sekitar 3 orang yang menimba air dari saluran air kecil yang kebetulan melintas di dekat rumah saya.
3. Penyedia pasir yang dimasukkan ke keranjang dari bambu, terdiri dari sekitar 4 sampai 5 orang.
4. Penyedia krakal yang juga dimasukkan kedalam keranjang, terdiri dari sekitar 4 sampai 5 orang.
5. Operator CELENG teridir dari 4 celeng dengan satu celeng dioperatori satu orang utnuk distribusi adonan yang sudah jadi dari molen menuju lokasi bagian jalan yang akan di cor/dikeraskan.
6. Tukang yang menjereng adonan di bagian jalan yang mau dikeraskan, kurang lebih ada 5 orang.
7. Ibu-ibu penyedia makanan dan minuman untuk yang kerja bakti.
8. Administrasi dan bendahara yang mencatatat iuran uang dan penggunaan.

Untuk bahan cor kemarin kami beli pasir dua truk, satu truk harganya 300san ribu, utnuk pecahan batu kami beli satu truk yang harganya kisaran 600.000, semen sekitar 50 sak.

Cor semen memang lebih tepat untuk jalan dusun, karena saya lihat beberapa dusun tetangga yang melakukan PENGASPALAN, akhirnya terbebani tiap rusak harus melakukan perbaikan, dan perlu diingat bahwa aspal di dusun dipastikan tiap tahun rusak, maka biasa perbaikannya juga susah dan mahal karena rusaknya kadang banyak, untuk pembelian drum aspal juga susah. Beda dengan beli semen yang dimanapun toko besi pasti menjualnya.

Alhamdulilah pengecoran jalan ini sunggunh bermanfaat untuk kami semua dan tamu tamu yang bakal melintas, paling tidak saat musim hujan, tidak membuat motor atau mobil jadi kotor.

IMG_20130302_150543

IMG_20130302_150713

IMG_20130302_150724

IMG_20130303_082930

IMG_20130303_112013

IMG_20130303_120402

Iklan
%d blogger menyukai ini: