Sebulan bersama Jovan

image

Jovan saat pertama kali datang tanggal 27 Maret 2013, langsung diuthek uthek anak lanang

Alhamdulillah sudah sebulan terlewati terhitung sejak 27 Maret 2013 ketika serah terima jovan dari om Aziz ke saya di rumah saya, disaksikan oleh begawan Gora Emon.

Saya beruntung banget bisa dapat lungsuran jovan dari om aziz ini. Karena kondisi mesin sungguh sehat wal afiat, soal body dan interior, wajarlah untuk ukuran mobil tahun 1995 jika disana-sini ada sedikit cacat dan rusak.

Saya langsung intensif belajar nyetir tiap malam, dengan dipandu oleh adik saya (anak paklik), semua jalan yang harus saya lalui maka saya lalui dengan adik saya ini, sehingga terekam dalam memori dan naluri saya sehingga saat saya melewatinya sendiri dikemudian hari sudah ada pengalaman.

Alhamdulillah sebulan ini rasanya saya sudah merasa bisa, sudah beberapa kali nganter ibu dan bapak menuju tempat tempat acara yang beliau berdua dapat undangan, saya juga membawa keluarga sekedar makan diwarung dengan jovan. Pokokknya punya jovan itu memang yang utama bagi saya adalah fungsinya untuk angkut angkut keluarga, soal tampang jovan yang sebagian orang mungkin tidak suka, yo luweh. Yen aku seneng kok.

Paling update kemarin saat jovan nganter boyongan manten adik sepupu saya, lalu sorenya juga nganter mbokdhe saya pulang ke Srandakan, dan saya dapat bonus MIE LETHEK yang produksi asli Srandakan dan dimasak oleh warung bakmi dekat rumah mbokdhe saya juga.

Kalau misal ada rejeki lebih, mungkin cat total jovan sekitar 7 juta, dan ganti total interior jovan mungkin 3 juta, jadi sekitar 10 jutanan. Tapi rasanya gak sabar kalo harus nunggu proses cat dan ganti interior kalau terlalu lama.

Jovan juga sudah saya buatkan kandang ala kadarnya.

image

Jovan sukses ngunduri rebuis tempat untuk bakar sampah di rumah mertua

image

Jovan pertama kali saya bawa sendiri ke kantor

image

Jovan dibawa tetangga untuk di pajakkan dan balik nama

Nikahan adik sepupu

image

Calon temanten laki-laki

Alhamdulillah akhirnya adik sepupu, anaknya paklik saya, menikah pada tanggal 26 April 2013, petang kisaran jam 20:00, disaksikan sekitar 200 tamu dari pihak laki-laki, dan sekitar 50 tamu tetangga dekat dari pihak kami.

Lalu pada ahad pagi tanggal 28 April 2013, dilangsungkan acara walimahan dengan sistem salaman lalu makan 😀 didukung oleh MUGEN CATERING yang beralamat di Godean. Saya among tamu pakai beskap dan blangkon, dan ini adalah pengalaman saya yang pertama berpakaian seperti ini, dan hampir 80% saya tidak kenal tamunya 😀

Undangan sekitar 600 orang, dari dusun kami sendiri paling hanya kisaran 150 orang.

Ternyata salaman dengan ratusan orang itu juga melelahkan, terutama karena harus berdiri dan kepanasan, tapi kemarin kami siasati dengan berdiri dibawah pohon yang rindang, sehingga tidak terlalu garing terbakar matahari.

Akhirnya selamat untuk adikku berdua, semoga menjadi keluarga yang sakinan, mawaddah, warrohmah, barokah. Amin.

image

Adikku didampingi paklik yang mau menikahnkan langsung

image

Foto dulu sebelum bertugas, mumpung belum keringetan, maaf kalau terlihat keren 😀

image

Pelaminan

image

Foto dengan sahabat sebelum acara walimahan hari ahad pagi

image

Raden Mas Tumenggung Hadiyanta 😛

image

Foto sebelum digelar

image

makanan paling favorit saat walimahan

image

segala minuman dan es krim

image

enak pastinya

image

Lumayan enak nih dawetnya, sempat nyikat saat tugas

image

Syah. amin

Jalan Wonosari betebaran toko motuba, salon, bengkel dan warung mesin bekas

Kebetulan tadi saya ke kantor naik betty (honda beat punya istri) dan lewat dalam kota, biasanya lewat ringroad kalau pakai pulsar. Pakai betty bisa selap selip di keramaian dankemacetan jalanan kota.

Lalu sampailah saya di jalan Wonosari, dimulai dari perempatan Ringroad yang berpotongan dengan Jalan Wonosari. Sebelum punya motuba saya jarang perhatikan jalan wonosari ini, tapi semenjak miara jovan, jadi perhatian banyak mobil bekas dijual disepanjang jalan wonosari ini, dan setelah diperhatikan ternyata banyak juga toko motuba di jalan wonosari ini.

Begitu masuk jalan wonosari, di lampu APILL seberangnya (sisi kiri) sudah ada toko motuba “MUTIARA MOBIL” kalau tidak salah, lalu betty terus melaju ke arah wonosari, di sisi kanan berseberangan dengan garasi bus AKAS sepertinya ada salon dan bengkel mobil.

Lalu melaju lagi sampai di Museum Wayang milik keluarganya Roy Suryo, di depannya juga ada toko motuba. lanjut lagi pelan pelan sambil perhatikan jalan dan kana kiri, sebelum pompa bensin Sekarsuli, ternyata ada juga toko mobil di kiri jalan, lalu maju dikit ada lagi di sisi kanan mendekati pompa bensin. Maju dikit ada tukang AC dan tukang kaca Film, ini masih di sisi kanan.

Lalu lanjut lagi sebelum studio JogjaTV ada lapak bongkaran mesin, bongkaran body dll, lengkap dan luas tempatnya, ini ada disisi kiri sebelum jogjaTV, selepas jogja TV ada toko toko ban berjejer di kana jalan, ini dulu pindahan dari mana gitu saya kok lupa ya.

Lanjut lagi di depan KID FUNS ada dua toko motuba atau malah tiga. Lalu dapat lampu APILL perempatan Sampakan atau bangjo kidfun, nan maju dikit di kanan jalan ada bengkel khusus pintu, saya baca katanya cabang dari semarang.

Banyak juga ya, jadi kalau anda mau berburu motuba mode KESUSU, bisa liat liat di jalan Wonosari ini. Atau kalau mau servis AC, kaca Film, nyucikan mobil, nyalon mobil,mencari mesin mobil, mencari sasis mobil, atau bengkelkan mobil, semua ada di Jalan Wonosari ini.

Kalau terus naik ke jalan wonosari monggo mampir ke kantor saya di jalan menuju Gunung Purba Nglanggeran.

Salam motuba.

makanan kegemaran para koboys :-D

datang tepat waktu jam 10, masih kosong

datang tepat waktu jam 10, masih kosong

koboys ika sawer ok

Koboys pada tanggal 21 April 2013 mengadakan kopdar sekeluarga anak istri pada diajak, makan-makan di iwak kalen godean, biayanya kita saweran bersama-sama yang kemarin ikutan ke AHM Cikarang, beginilah koboys, karena anggotanya adalah blogger dan komentator blog, sehingga ketika member koboys yang blogger mendapat kesempatan di even even tertentu, tidak lupa pada member koboys yang komentator.

Alhamdulillah kemarin terkumpul uang diatas. Kita sudah booking di iwak kalen lesehan yang barat dari jam 10:00, dan berakhir kira-kira jam 13:00. Acaranya berlangsung meriah, dan sampai temapt di lesehannya tidak muat. Mungkin ada sekitar 40-50 orang totalnya.

Sayangnya ada insiden motor mas bagus ada yang gores gores sampai baret baret di parkiran iwak kalen, mungkin masukan untuk iwak kalen untuk lebih memperhatikan perparkirannya, baik tempat maupun SDM, jangan sampai gara-gara pelayanan parkiran yang kurang bagus menjadikan pengunjung akhirnya malas datang ke iwak kalen.

Kasir iwak kalen sampai lelah ngitung nota koboys yang mengular panjangnya

Kasir iwak kalen sampai lelah ngitung nota koboys yang mengular panjangnya

Dan inilah makanan dan minuman para koboys 😀

ika1a

ika2b

ika3c

ika4d

Perjalanan pulang dari AHM Cikarang

Nah gak seru kalau gak cerita perjalanan pulang dari AHM Cikarang. ngene critane…..

jam menunjukkan pukul 15: 40, acara sudah kelar, saya mau sholat asyar tapi didekati Alrozi, katanya mending pulang sekarang saja, dari pada pulang jam 16 bareng bubaran shift pekerja, katanya ada sekitar 4.000 pekerja yang pulang bareng, kalau yang datang sih sudah dari jam 15:30 sudah pada datang.

Lalu saya membayangkan kemacetan yang bakal dialami, yo wis akhirnya  bis jalan jam 15:50 meninggalkan AHM cikarang. Ternyata banyak yang kecelik dari koboys jakarta yang masih pingin kangen-kangenan, tapi gimana lagi, isinya bisa kan koboys dan teman-teman PMHY.

Dapat solar non subsidi pom bensin Wates

Dapat solar non subsidi pom bensin Wates

Perjalanan kali ini melewati Bandung via tol Cipularang, wah pemandangannya bagus banget di kanan kiri tol, jalanan cenderung menanjak terus, membuat bis yang kami naiki jadi lemot.

Paling seru adalah saat turun di Nagrek, mungkin dulu saat SMA saat studi tour saya pernah lewat sini, tapi saya tidak ingat, karena waktu itu malam hari menjelang pagi dan saya belum kenal nagrek. Yang saya ingat saat SMA adalah saya hampir mabuk, suatu hal yang belum pernah saya alami jika naik bus.

Akhirnya kami melewati jalan entah jalan mana, tapi kondisinya lumayan banyak lubang, sampai suatu saat kena lubang yang dalam dan banyak penumpang yang lagi tidur sampai bangun, bahkan yang belakang ada yang kejeduk atap bis. Saya yang kebetulan sudah bangun, jadi tidak begitu kaget.

Selanjutnya pakdhe maskur dan cak poer turun di Cilacap, tapi saya pas tidur.

Ketegangan dimulai dari cilacap ini, bukan lain dan bukan karena langkanya solar, baik yang solar subsidi atau yang bukan. Dan akhirnya di pompa bensin Wates baru dapat solat non subsidi.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga dengan selamat pulang ke Jogja.

Tukang parkir itu bisa jadi menentukan kedatangan dan penolakan pengunjung warung

Tukang parkir dan warung makan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan di Indonesiah ini.

Warung yagn enak dengan tukang parkir yang ramah dalam melayani saat parkir tentu menyenangkan bagi pengunjung.

Tetapi jika tukang parkirnya gak sopan, kurang tatakrama, merasa penting, dan tidak ramah pada pengunjung warung, bisa jadi walau seenak apapun warung tersebut, akan berpikir dua kali pengunjung untuk datang lagi.

Para pembaca blog sekalian tentu sudah pernah punya pengalaman manis dan pahit berkaitan dengan tukang parkir.

Tulisan ini saya posting karena saya menghargai tukang parkir, dan merasa sayang jika profesi mereka kurang dijalani dengan senyum dan sapa yang ramah, pada akhirnya jika tukang parkirnya menyenangkan, warungnya enak, adalah kombinasi yang sempurna akan langgengnya warung tersebut, sehingga tukang parkirnyapun tetap memperoleh penghasilan dari aktifitas warung dan perkiran tersebut.

Saling menguntungkan kan. Semoga tulisan ini pada dibaca pengelola warung makan dan restoran, sehingga mereka bisa memantau aktifitas tukang parkirnya, bahkan jika bisa semacam dibina atau diberi rambu-rambu dalam menjalankan tugasnya sebagai tukang parkir.

Semoga berguna. amin.

apakah tv digital teresterial DVB-T2 harus terhambat fitur EWS di STB nya?

Perlu pembaca tercinta sekalianketahui, bahwa untuk wilayah jogja solo dan tentu kota besar lainnya yang sudah ditenderkan untuk network provider pemancar digital teresterial DVB-T2, semua pemenangnya sudah install pemancar digital dan sudah siap siaran. Hanya saja saat ini untuk jogja sedang OFF AIR dulu karena terhambat ijin ISR yaitu frekuensi untuk siaran. Misal tvOne pakai kanal 35 UHF, ini harus dapat ijin ISR dari Balai Monitor di Jogja. Tetapi secara teknis semua pemancar sudah siap siaran kapanpun diminta ON AIR.

Belum kelar kendala diatas, ternyata ada lagi kendala lanjutan, yaitu STB DVB-T2 harus punya fitur EWS (early warning system) yaitu peringatan dini terjadinya bencana, misal stunami.

Pertanyaannya perlukah STB punya fitur ini? toh umur STB mungkin hanya kisaran 2-3 tahun saja, karena sejatinya STB ini adalah perangkat antara sebelum nantinya semua tv yang dijual sudah include receiver DVB-T2 nya.

Dan dalam kenyataannya seberapa bergunakah fitur EWS ini? dan kenapa harus ditanamkan pada STB, sebenarnya ada perangkat lain yang tiap orang mayoritas membawanya, yaitu HANDPHONE, kenapa tidak di HP saja fitus EWS ini ditanamkan, atau gunakan saja fitur SMS yang tiap HP pasti ada, jadi nantinya dibebankan kepada operator untuk SMS ke semua perangkat HP yang ada di wilayah terjadinya potensi bencana, hal ini bisa dideteksi oleh HLR (home location register) dan VLR (visited location register) pada sistem seluler. Jadi misal saya nomer jogja kebetulan sedang berada di Cilacap, lalu ada gempa dan berpotensi ada stunami, maka operator akan otomatis mendeteksi saya berada di cilacap, dan mengirikan pesan ke HP saya.

Bahwa tidak tiap waktu orang akan menyetel atau melihat TV, jadi belum tentu TV itu hidup terus, sehingga saat misal terjadi bencana, maka fitur EWS juga tidak begitu berguna.

Saat ini bahkan kabar baiknya adalah sudah ada satu dua penjual STB DVB-T2 dan anda sudah bisa membelinya. Dan sepertinya fitur EWS nya juga tidak ada, apakah nanti STB yang sekarang sudah pada dijual dan tidak ada fitur EWS akan disita oleh pemerintah?

Sekarang informasi gempa, stunami, tabrakan mobil, dll rasanya lebih cepat kita dapat seketika melalui twitter, karena di twitter biasanya langsung diupdate oleh orang orang yang mengalaminya atau yang melihatnya.

Jadi masih perlukah fitur EWS pada STB? saya kira kalau masyarakat diberi pilihan, adalah pilih segera bisa mendapat STB gratis tanpa atau dengan EWS agar bisa melihat tv dengan kualitas audio video yang lebih baik dari pada sekarang saat masih analog.