apakah tv digital teresterial DVB-T2 harus terhambat fitur EWS di STB nya?


Perlu pembaca tercinta sekalianketahui, bahwa untuk wilayah jogja solo dan tentu kota besar lainnya yang sudah ditenderkan untuk network provider pemancar digital teresterial DVB-T2, semua pemenangnya sudah install pemancar digital dan sudah siap siaran. Hanya saja saat ini untuk jogja sedang OFF AIR dulu karena terhambat ijin ISR yaitu frekuensi untuk siaran. Misal tvOne pakai kanal 35 UHF, ini harus dapat ijin ISR dari Balai Monitor di Jogja. Tetapi secara teknis semua pemancar sudah siap siaran kapanpun diminta ON AIR.

Belum kelar kendala diatas, ternyata ada lagi kendala lanjutan, yaitu STB DVB-T2 harus punya fitur EWS (early warning system) yaitu peringatan dini terjadinya bencana, misal stunami.

Pertanyaannya perlukah STB punya fitur ini? toh umur STB mungkin hanya kisaran 2-3 tahun saja, karena sejatinya STB ini adalah perangkat antara sebelum nantinya semua tv yang dijual sudah include receiver DVB-T2 nya.

Dan dalam kenyataannya seberapa bergunakah fitur EWS ini? dan kenapa harus ditanamkan pada STB, sebenarnya ada perangkat lain yang tiap orang mayoritas membawanya, yaitu HANDPHONE, kenapa tidak di HP saja fitus EWS ini ditanamkan, atau gunakan saja fitur SMS yang tiap HP pasti ada, jadi nantinya dibebankan kepada operator untuk SMS ke semua perangkat HP yang ada di wilayah terjadinya potensi bencana, hal ini bisa dideteksi oleh HLR (home location register) dan VLR (visited location register) pada sistem seluler. Jadi misal saya nomer jogja kebetulan sedang berada di Cilacap, lalu ada gempa dan berpotensi ada stunami, maka operator akan otomatis mendeteksi saya berada di cilacap, dan mengirikan pesan ke HP saya.

Bahwa tidak tiap waktu orang akan menyetel atau melihat TV, jadi belum tentu TV itu hidup terus, sehingga saat misal terjadi bencana, maka fitur EWS juga tidak begitu berguna.

Saat ini bahkan kabar baiknya adalah sudah ada satu dua penjual STB DVB-T2 dan anda sudah bisa membelinya. Dan sepertinya fitur EWS nya juga tidak ada, apakah nanti STB yang sekarang sudah pada dijual dan tidak ada fitur EWS akan disita oleh pemerintah?

Sekarang informasi gempa, stunami, tabrakan mobil, dll rasanya lebih cepat kita dapat seketika melalui twitter, karena di twitter biasanya langsung diupdate oleh orang orang yang mengalaminya atau yang melihatnya.

Jadi masih perlukah fitur EWS pada STB? saya kira kalau masyarakat diberi pilihan, adalah pilih segera bisa mendapat STB gratis tanpa atau dengan EWS agar bisa melihat tv dengan kualitas audio video yang lebih baik dari pada sekarang saat masih analog.

Iklan

8 Tanggapan

  1. makan makan
    pkoke

    Suka

  2. makan transistor yo kang 😛

    Suka

  3. Edling Wtop System :mrgreen:

    Suka

  4. Hmmm….kalau dilihat dengan sudut pandang yang lain, begini informasinya:
    4. Kalau dilihat dari rantai nilai (Value Chain), masih sama dengan teknologi TV broadcast yang lama, yakni IKLAN dan PROGRAM sebagai sumber duit. Program yang tinggi rating nya akan banyak IKLAN nya.

    http://tech.groups.yahoo.com/group/StartUpLokal/message/29335

    Suka

  5. mantabh ini

    Suka

  6. ada UPSnya ga ya walaupun mini, misal nih besok ada gempa, gruyuk gruyuk terus listrik padam, itu stb buzzernya belum sempat nyala mas yak heheheh…

    Suka

  7. Iya ya. Kalau dipikir-pikir, kenapa bukan ponsel saja yang musti dipasangi perangkat EWS.

    Suka

  8. ane sih pengennya tuh stb ada kulkasnya sekalian, dasar plin plan dulu dvbt boro ane beli tv tunner dvbt buat laptop yang harganya lumayan mahal eh ternyata ganti teknologi lagi, ampun deh mungkin kalo beberapa taun ada dvbt3 kayaknya dipastiin bakal ganti lagi, sesuai yang ada di manual TV “teknologi DVB T yang ada pada pesawat TV ini tidak dijamin untuk perkembangan teknologi di masa yang akan datang” jadi saran ane makan aja tuh STB DVB T, binun…

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: