tentang usaha patungan ustad Yusuf Mansur


Beberapa hari ini sedang ramai berita di TV mengenai ustadz Yusuf Mansur dengan usaha patungannya. Saya tergelitik untuk sekedar menyampaikan pendapat pridadi saya, dengan latar belakang saya tentang ekonomi dan bank yang bisa dikatakan NOL, hanya belajar otodidak dari baca-baca dan melihat kejadian kejadian yang sudah ada saja.

Baiklah pertama kita bandingkan saja dengan kegiatan investasi yang sudah pernah ada yang umumnya menjanjikan nasabah keuntungan berlipat dari pada hanya uang ditaruh di tabungan bank. Kadang kala sampai orang malah rela berhutang di bank untuk ditanamkan diinvestasi yang katanya menjanjikan tersebut. Dan sering kita dengar akhirnya investasi tersebut adalah investasi bodong yang hanya memutar uang nasabah saja dengan tanpa ada usaha real yang berjalan. Maka wajar jika akhirnya kolaps dan pengurusnya atau orang yang mengelolanya kabur.

Lantas bagaimana dengan kegiatan yang dilakukan oleh ustad Yusuf Mansur? Menurut saya sih inilah investasi yang benar, yaitu orang diajak berjamaah untuk membangun hotel, membeli sawah, membeli pesawat membli ladang minyak dll, jelas sekali ada barang dan usaha yang dijalankan dari pengumpulan uang ini. Bahwa orang mungkin harus beritahu untuk menyadari bahwa investasi itu ada dua kemungkinan, yaitu untung dan rugi, kalaupun ada opsi ketiga yaitu uang kita stagnan tidak berkembang, itupun bisa dikategorikan sebagai kerugian, tapi minimal uang yang kita investasikan bisa balik utuh, tidak seperti investasi bodong yang langsung ilang. Nah siapkan orang-orang yang berinvestasi untuk merugi, kebanyakan sih tidak, kebanyakan mereka mau ikutan karena hanya memikirkan keuntungan sekian persen dari uang yang mereka investasikan. Setahu saya keuntungan yang dijanjikan dari usaha patungan Yusuf Mansur ini adalah 8%, misal bisa untung lebih dari itu, misal 10%, maka kelebihan yang 2% akan digunakan untuk membantu misal rumah yatim piatu dll.

Saya hanya melihat di tv saja berita tentang investasi dari ustad Yusuf Mansur, dan beliau mengatakan ada peluang 1 juta orang umroh tiap bulan, jadi hotel yang dibuat dan pesawat yang mau dibeli ini juga dengan perhitungan peluang pasar yang memang  menjanjikan. Kekurang benarannya mungkin hanya dari cara pengumpulan uang dari para investor, yaitu hanya badan tertentu yang boleh mengumpulkan dana dari masyarakat, dan ini yang sedang mau diluruskan dan diperbaiki oleh ustad Yusuf Mansur.

Jadi kalau saya misal punya uang lebihpun saya tidak ragu untuk ikut patungan dalam usaha bersama ini. Menurut saya tantangan ustad Yusuf Mansur kedepan akan banyak sekali dan raksasa, bagaimana tidak, karena otomatis beliau fight dengan bank, karena jadi tidak perlu meminjam bank untuk bikin hotel. Fight dengan kapitalisme, karena beliau mau beli-beli aset yang penting dengan uang patungan tersebut, dengan kekuatan uang patungan umat, maka beliau sama saja bersaing dengan pengusaha-pengusaha kapitalisme yang hanya memikirkan untung.

Kalau boleh saya usul untuk ustad Yusuf Mansur, adalah sekalian pakai standar dinar, karena sepengetahuan saya yang orang awam ini, itulah uang sunah yang ada tertulis di Al Quran, dan pastilah Allah tidak main-main menulis Dinar, dirham, emas, perak di dalam kitab Suci Al Quran, melainkan petunjuk bagi kita untuk memakainya. Karena untuk investasi jangka panjang, apakah keuntungan 8% dari dana yang disetor itu pertahun, bisa paling tidak mengikuti pergerakan harga emas murni? tetapi memang dalam usaha patungan ini bukan sekedar keuntungan yang dicari, tapi bisa juga amal dan kecemerlangan generasi kita ini untuk berani mendobrak telikung ekonomi para kapitalis. Amin.

Saya kok merasa inilah titik kebangkitan bangsa ini, jika memang bisa terus berjalan, dimulai dengan bersama-sama mengelola apa apa saja yang memang seharusnya bangsa ini kelola sendiri. Hanya perlu satu orang untuk memicu dan mengkoordinir, dan itu sudah dilakukan oleh ustad Yusuf Mansur, semoga beliau selalu diberi kekuatan dan kelurusan dan keberhasilan dalam usahanya mensejahterakan umat dan bangsa ini. Amin.

Iklan

17 Tanggapan

  1. Mantab, semoga barokah buat umat islam di indonesia

    Suka

  2. Out of the box..
    ane setuju dengan cara ustad YM, jelas banget uang yg terkumpul di jadiin barang riil. Pemerintah harusnya memfasitasi menyempurnakan rule dan sebagainya sehingga jelas kekuatan hukumnya.
    kalo usaha patungan ini sukses dan umat udah mulai bersatu, siap siap deh pecinta liberalis kebakaran jenglot..

    Suka

  3. mantap .
    semoga tidak hanya ustad YM saja 🙂 .
    Amin

    Suka

  4. sepakat dengan tulisannya bro

    Suka

  5. Investasi itu masuk juga ke dalam hutang-piutang, ayatnya jelas
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُب بَّيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلاَ يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللّهَ
    Bahwa harus tertulis secara legal resmi, dan ada jaminan keamanan.
    Buat pecinta YM, tolong jangan taklid buta atau fanatik buta

    Suka

  6. joss!!!

    Suka

  7. Soal Investasi ustadz ‪#‎yusuf‬ mansur, tolong jangan disikapi taklid buta dan asal suka “pokok’e ustad YM”
    1.Investasi = hutang piutang, dalam hal ini Al-Qur’an sudah menyebutkan surat al-baqarah 282-283
    “282: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. …”
    “283: Dan jika kamu dalam perjalanan sedang kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang…”
    2. Yang menulis/mengawasi perjanjian investasi harus pihak ketiga dan Indonesia itu otoritasnya OJK. Klo gak mau diawasi ya harus pake jaminan… jadi selama ini gak syar’i kan? keamanan juga gak ada?
    3. Ingat!, Ustad juga bisa gagal dalam bisnis ust.Lihan dan Ust.Jaya Komara?!?!!

    Suka

  8. Siepppp 😀

    Suka

  9. hal seperti ini justru sangat beresiko. hanya bermodal kepercayaan tanpa laporan keuangan yang jelas. semua dipercayakan pada YM, dia mau bikin apa, berapa yang habis cuman dia yang tau. jika ada apa2 di kemudian hari akan sulit untuk mengusut. justru saya setuju dengan pemerintah yang menyelidiki dan menegurnya akan hal ini. 100rb sedikit, tapi 100rb dari 5000 orang itu banyak.
    kalo hanya percaya karena beliau seorang ustad pun menurut saya salah sebab beliau juga manusia (ingat kasus ustad lihan). kalo invest menurut saya mesti tetap melihat aspek legal dan model sistem yang ditawarkan

    Suka

  10. Mengapa tidak dibuat koperasi saja?

    Suka

  11. AAMMMIIIIIN !!!!!

    Suka

  12. Tulisannya sangat BAGUS dan BERMANFAAT,
    SUKSES SELALU.

    Suka

  13. sepertinya ada orang yg tidak suka dengan keberhasilan yusuf mansyur, apalagi beliau seorang ustadz, dan akan membawa nama islam dan atas nama warga negara untuk bisa memiliki aset di Indonesia ini

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: