Mlathok woh gayam


image

image

image

image

image

image

image

Pohon Gayam biasanya banyak tumbuh di pinggir kali di wilayah pedesaan di Jogja, buahnya bentuknya besar segenggaman tangan. Isi buah gayam terlindungi cangkang yang keras.

Untuk mengupasnya diperlukan golok yang tajam, dengan alas kayu yang agak dicoak tengah untuk landasan agar buah gayam tidak lari kesana kemari saat mau digolok. Pertama golok pinggirnya boleh mana saja, lalu nanti dua sisi lainnya juga dipapas. Cukup tiga sisi saja yang dipapas, isi buah gayam sudah bisa dibuka seperti membuka cangkang mutiara.

Perlu pengalaman dan extra hati hati dalam memapas kulit buah gayam, tidak boleh terlalu tebal dipapas karena nanti akan memapas isinya. Harus konsentrasi karena kalau main main bisa bisa golok meleset kena jempol atau jari. Kalau sudah lelah mending berhenti. Pokoknya gak boleh emosi saat mengupas buah gayam.

Buah gayam ini cukup direbus pakai air dan ditambah garam secukupnya. Memang agak lama juga merebusnya sampai masak dan empuk. Kalau sudah masak maka rasanya digigit tidak kenyal, bisa mempur dan empuk, rasanya gurih.

Tapi efeknya setelah makan, disamping kenyang, maka nanti saat kentut akan lumayan khas baunya. Tidak apa. Kentut itu kan juga anugrah.

Buah gayam ini jelas tidak ada pestisida dan obat obatan. Karena tumbuh alami dan jatuh alami juga. Sebenarnya ini milik tetangga saya pohon gayamnya, tapi buahnya jatuh di jalan dan memang saat ini buah gayam seperti tidak berharga, tidak banyak kalau bisa dibilang malah tidak ada yang minat pada buah gayam ini. Memang sulit kok mengupasnya.

Dulu saat saya kecil, kakek punya pohon gayam yang sangat besar di pinggir kali, mungkin tiga orang dewasa baru bisa melingkarinya bergandengan tangan. Buah gayam jatuh di sungai. Agar tidak terbawa arus, maka dipalang bambu melintang di sungai. Buah gayam yang mengapung akan tersangkut di bambu yang juga mengapung mengikuti tinggi rendah air sungai.

Itulah mengapa saya saat ini bisa menggupas buah gayam, karena memang punya working experience dari kecil dulu 😀

Fungsi lain pohon gayam adalah tanggul alami pinggir sungai. Akar pohon gayam akan meliuk liuk sepanjang pinggir sungai, dan merupakan tanggul yang alami dan kuat, juga indah dipandang dan sejuk. Kadang jaman dulu sebagai landasan untuk orang yang buang hajat 😛

Iklan

3 Tanggapan

  1. Sama pak, mungkin cuma kluargaku d kampung yg masih ngumpulin gayam. Tp nama prosesnya mlanthong, hehe. Kulitnya bisa buat kayu bakar klo kering

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: