kenapa saya “pilih” motuba?


Dalam hidup ini tentu saja saya punya rencana, dan punya action untuk menuju rencana saya tersebut. Terkadang saya harus memaksa diri saya untuk punya kapasitas yang lebih besar dibanding kondisi saya saat ini, artinya suatu saat kapasitas saya insya Allah bisa diisi sesuai dengan tuntutan masa depan yang saat ini belum saya raih. Ibaratnya saya selalu berjuang untuk mempersiapkan diri saya berkapasitas lebih pada saat ini demi pencapaian masa depan saya. ah kayak mario teguh saja ya ๐Ÿ˜€

Dulu saat kuliah hampir semester akhir, saya harus menjual sepeda motor satu satunya milik saya demi bisa membeli sebuah PC, sebuah komputer berkecepatan 133 MHz, yang kalau itu harganya total adalah 4juta. Pas dengan harga jual motor saya, honda astrea star tahun 1988. Karena adalah tidak wangun, lulusan teknik elektro kok tidak bisa komputer, tidak bsia install windows, tidak bisa dan tidak ngerti networking, TCP IP dll. Alhamdulillah saya dulu jual motor untuk beli PC, sekarang bisa beli motor lagi yang tentu saja karena saya punya ketrampilan dengan komputer.

Saat kantor belum ada komputer, saya bela belain beli laptop dan beli modem, sehingga saya bisa mengerjakan urusan kantor dengan laptop saya. Bisa kirim email dengan modem saya.

Saat orang heboh dengan BB untuk pushmail (dulu kan bb untukpush email), bahkan akhirnya BB untuk BBM, saya tahu hal tersebut, tapi saya tidak tertarik membeli dan memilikinya, baru akhir akhir sebelum peluncuran bbm for android, saya malah beli BB ๐Ÿ˜€ Sebelumnya saya pilih beli android, itu adalah 3 tahun yang lalu, ketika orang belum begitu menyukai dan belum kenal android, ngertinya masih nokia dan bb. Hingga sekarang terbukti android banyak dipakai orang.

Alhamdulillah sudah bisa parkir didepan rumah

Alhamdulillah sudah bisa parkir didepan rumah

Lalu apa hubunganya dengan motuba? begini…. saya memang menyadari kekuatan finansial saya belumlah bisa untuk beli mobil baru, dengan pertimbangan biaya bensin bisa 1 jutanan per bulan untuk mobil, maka saya rasional saja, saat saya terpaksa punya anggaran ย maksimal 2 juta perbulan untuk mobil, maka pilihannya adalah 1 juta untuk mengangsur mobil tua alias mobil bekas, dan 1 juta untuk biaya bensin dan servis. Begitulah pertimbangan rasional saya untuk upgrade kapasitas agar bisa nyetir mobil, tanpa mengorbankan finansial saya, misal saya kredit mobil baru, yang angsurannya saja bisa 2 juta perbulan, belum bensinnya. Ora lucu kan misal saya hanya bisa ngangsur mobil baru saya, tapi utnuk beli bensin malah tidak ada dana.

Saya mikirnya pakai pembanding, misal saya sewa mobil sebulan mungkin 10 kali saja, bisa habis Rp. 2,5 juta jika per hari sewanya Rp. 250.000, belum bensinnya. Dengan punya motuba saya sebulan hanya keluar 1 juta untuk angsuran, ngirit 1,5 juta kan dari pada sewa mobil 10 hari per bulan, lagi pula ini tiap hari saya pakai, minimal untuk antar anak saya berangkat sekolah.

belum punya garasi :-(

belum punya garasi ๐Ÿ˜ฆ

Dengan motuba ini saya bisa membahagiakan orang tua saya, kalau mereka butuh kemana mana bisa mengantar, bayangkan saat hujan mengantar ortu pakai motor, tentu malah bikin sakit.

Akhirnya saya bisa mengupgrade kapasitas saya melalui motuba (mobil tua bangka) ini, saya bisa nyetir, suatu hal yang dahulu saya anggap susah banget. Saya bisa angkut angkut barang kantor jika diperlukan, misal seperti kemarin mengangkut radiator genset dari kantor jogja ke kantor semarang. Mengangkut printer saat rusak mau diservis, karena ya susah kalau diangkut pakai motor, meskipun itu bisa. Dan yang lebih penting lagi adalah saya enggak terlalu perhitungan, biar Allah yang menghitung dan membalas jika saya melakukan kebaikan.

Saat musim hujan begini, saat badan tidak enak, ya saya lebih pilih pakai mobil untuk ngantor, meski dengan resiko sekali pakai mobil, bensinnya sebenarnya bisa dipakai motor pulsar saya selama 4 hari. Boros jika dilihat dari sisi tersebut, tapi saya lebih pilih badan saya tidak tambah sakit saat badan agak meriang, coba kalau terpaksa riding pakai motor dan kehujanan, malah tambah tidak karuan badan saya sakitnya. Jadi saya enggak kikir kepada diri saya sendiri.

image

Begitulah prinsip hidup saya, saya beli sesuatu, insya Allah untuk investasi kapasitas saya di hari yang akan datang, dan hidup jangan terlalu perhitungan, nikmati saja. Misal ada lho jaman sekarang pekerja kantoran kok gak beli hp android yang sudah sampai taraf murah meriah, karena uang 600ribu saja dapat hp android baru, tapi tetap tidak mau upgrade ke android, sayang uangnya untuk beli hp android, sayang uangnya untuk beli pulsa paket unlimited, padahal untuk urusan kantor saat ini yang berbasis email dalam pengumuman ini itu, dan kadang juga berbasis whatsapp untuk kelompok kerja per divisi, akan malah menyulitkan diri sendiri saat kita kikir kepada diri kita untuk melengkapi diri kita dengan perangkat dan kapasitas yang seharusnya kita punya. walah malah kedowo dowo tekan android barang ๐Ÿ˜€

IMG_20140128_204052

IMG_20140130_110730

Balik ke motuba, punya motuba itu banyak saudara, sesama motuba satu merk, satu type, bahkan sesama motuba apapun mereknya. Punya motuba itu bisa tambah ngerti mobil, minimal cek air radiator, olie, minyak rem, aki dan kondisi ban.

image

Jovan pertama kali saya bawa sendiri ke kantor

Banyak motor harganya berlipat dari sebuah motuba yang misal di kisaran harga 20-50 juta saja bisa pilih pilih motuba. Tetapi memang hidup adalah pilihan, jadi pandai pandailah memilih, mau beli motor baru yang wah, atau beli motuba yang bisa dipakai untuk sekeluarga.

oh iya motuba saya, namanya JOVAN

I ride Vantrend ๐Ÿ˜€

Iklan

31 Tanggapan

  1. wow,,,,…

    Suka

  2. i love motuba…. hehehehehehe

    Suka

  3. Kahanan….

    Suka

  4. Pilihan baik

    Suka

  5. iya mas.. tiap mau beli sesuatu dipikirkan kembali, ini keinginan atau kebutuhan..

    Suka

    • Minimal harus di mix ya pingin. Tapi butuh. Tp lbh di mix ke butuhnya. Sehingga tdk membeli yg diinginkan. Aku pingin CRV ๐Ÿ˜€

      Suka

  6. permisi OOT.
    mau tanya tolong dijawab ya mas, (biasane nanya di artikel kan gak tau dijawab)

    gini, soal TV. apakah TV full HD dan HD ready itu sudah siap nerima tayangan TV digital? tanpa set top box dvbt2
    tv full HD dan HD ready itu bedanya sejauh mana mas?
    .
    sebenarnya bisa saya cari di google tapi berhubung ada tukang TVnya langsung ya mending ke sumbernya aja ๐Ÿ˜€ lebih meyakinkan.
    terima kasih.

    Suka

    • HD itu setahu sya standard gambar, HIGH DEFINITION, ada HDTV ada SDTV, saat ini yang umum adalah SDTV, yaitu standard TV, HD tv kjelas lebihbagus dari SDTV, dalam penyiaran digital, bisa SDTV, bisa HDTV, untuk SDTV cukup kisaran 4MBPS, untuk HDTV harus 8MBPS. jadi memang lebih makan banyak yang HDTV. Untuk definisi lebih teknis bisa dicari di wikipedia ๐Ÿ˜€

      Nah untuk tv penerima jika belum ada keterangan ada RECEIVER DVBT-2, maka saya pastikan tidak bsia untuk menangkap siaran tv digital DVB-T2.

      Suka

  7. kaynya saya komen tapi kok ilang

    Suka

  8. Ndi raenek gambar motubane pakde :mrgreen:

    Suka

  9. dalem tenan . . . .
    menyimak dan ikut terus belajar

    keep brotherhood,

    salam,

    Suka

  10. nice mas…

    Suka

  11. nggih.. wejangan yang membangun untuk anak muda seperti saya..

    Suka

  12. anggarane akeh ya?

    Suka

  13. salam kenal om dr serang – banten … sesama pengguna VT …. ๐Ÿ˜€

    Suka

  14. Ane lg ngincer daihatsu ceria, or espass nih….
    Ceria for irit = 1:15 dalkot.
    Espass for family…
    Sebenarnya ane suka espass….
    Cuma penghasilan dibawah 6jt puyeng juga kalo mo jalan2 pk espass…..

    Suka

  15. intinya jika mampu jangan eman buat beli barang yang dibutuhkan. kalo sudah berkeluarga lebih pilih motuba daripada motor sport. tapi kalo masih bujang kebalikannya

    Suka

  16. vantrend gampang overheat ndak mas?

    kalau Mazda MR engine na sama nggak ya sama vantrend?

    matur nuwun..

    Suka

  17. sip mas, inspiratif.

    kebetulan masih ngangsur motuba juga hehehe….:D

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: