Etape kedua fun riding koboys dan ahm, Pantai Sundak ke Pom Bensin Pracimantoro


Lanjut cerita fun riding koboys dengan AHM, kali ini memasuki etape kedua yaitu selepas sholat jumat dan makan siang di Pantai Sundak, maka kami akan melanjutkan ke titik tujuan kedua yaitu di POM Bensin Pracimantoro, Pom bensin ini dari perempatan Pracimantoro masih kerah Timur, ada di kiri jalan.

pak Dokter yang hobby naik motor

pak Dokter yang hobby naik motor

Tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba semua motor honda yang tersedia, maka untuk etape kedua ini saya, saya pilih ganti motor honda Scoopy, saya tukaran dengan pak dokter yang sebelumnya di etape pertama di yang pakai. Kesan pertama pakai Scoopy ini ternyata joknya lebar dan lumayan agak tebal, tapi masih kurang empuklah menurut saya, saya kira jika jok dibuat tebalnya lipat dua maka akan lebih terasa nyaman dibawa jalan jauh, biar pantat tidak fanas.

Kaki saya yang panjang bisa selonjor lebih leluasa dibanding naik vario yang saya naiki dari pantai Klayar menuju Mbah Jirak, ini etape pulang yang pertama, nanti saya ceritakan juga.

Makan siang di pantai Sundak

Makan siang di pantai Sundak, kakak Bhima berkaos hitam, habis 3 kelapa muda

Khas naik matic jadi terkesan unyu unyu ditunjang dengan bentuk scoopy yang klasik, enaknya tinggal betot gas dan main rem saja, Maka dari itu saya selalu mencoba kinerja rem semua motor yang saya naiki pertama kalinya, untuk scoopy ini bisa main main ngerem sampai cuit cuit di aspal, dan pakem serta tidak nggobig nngobik alias tidak lari kesana kemari ban saat di rem.

KM scoopy saat saya mau pakai awal di etepe kedua di pantai SUndak ek Pracimantoro

KM scoopy saat saya mau pakai di awal etepe kedua dari pantai Sundak ke Pracimantoro

Saya sengaja main pelan dibelakang dengan Pak Nyoman dari AHM dan mas Fauzy, keduanya pakai bebek, awalnya juga ada Tongsam, tapi beliaunya terus nggeblas meningglkan kami bertiga tercecer. Jalanan dari pantai sundak ke pracimantoro memang naik turun dan berkelok kelok, kalau saya sih sudah biasa karena jalan seperti itu adalah santapan tiap saya naik turun dari dan ke kantor di Gunungkidul juga. Untuk miring miring juga gak masalah, hanya saya kemarin malah eman eman kalau sampai nggasruk ke aspal jika saya terlalu miring saat belok.

ini dia scoopy nya

ini dia scoopy nya

Scoopy ini tarikannya enak, untuk kecepatan sampai 60-80 kpj bisa dikail dengan cepat dan enak. Akhirnya saya juga tidak sabar dengan rombongan belakang, lalu sayapun nggeblas sendirian melepaskan diri dari dua terbelakang, meliuk liuk sedikit menggila dan baru sekitar 400 meteran dari perempatan Pracimantoro saya baru bisa melihat salah satu koboys yaitu kang Bagus lagi berhenti, wah rupanya kehabisan bensin motornya, yaitu honda Blade repsol. Padahal tinggal kira kira satu KM alagi sudah sampai ke Pom Bensin, tempat pemberhentian etape kedua ini, Nasibmu mas bagus, nunggu mobil pendukung dari ahm yang bawa bensin cadangan.

Sampai di POM bensin Pracimantoro

Sampai di POM bensin Pracimantoro

Akhirnya saya sampai juga di Pom Bensin Pracimantoro, disini sengaja smeua motor diisi bensin sampai full, ngisinya memang barengan dan berlanjut meteran bensinya menjadi satu. Pas ngisi bensin scoopy saya lihat meteran literan bensin di POMPA nya adalah 14,2 Liter, dan saat scoopy sudah full tangkinya terbaca 16,8 Liter pada meteran POM, jadi sekitar 2,6 liter telah dihabiskan scoopy dari start awal di AHM Jombor sampai Pom bensin di Pracimantoro ini, dan KM yang dimpuh adalah 218 km

Jadi jarak yang ditempuh dari Pantai Sundak sampai ke Pom Bensin Pracimantoro adalah 218 – 177 = 41 KM

Untuk bensin yang sudah diminum diminum Scoopy dari AHM jombor sampai Pom Bensin Pracimantoro sejauh 218 KM dan minum 2,6 liter. Artinya 218 dibagi 2,6 liter = 83, 8 KM per liter, wah kok irit puol ya. Semoga memang begitu dan itungan saya tidak salah.

sundak praci

Rute etape kedua dari Pantai Sundak sampai ke POM Bensin Pracimantoro

 

 

sundak

Pantai Sundak dilihat dari mbah gugel maps

 

 

praci

Finis di Pom Bensin Pracimantoro

Pak dokter saja jadi galau pingin beli Scoopy, memang lebih enak kok naik matic di perkotaan dari pada pakai motor semprotmu itu pak dokter hahahaha.

Oke deh itu sekelimut cerita nggambleh saya naik Scoopy di etape kedua ini. Semoga bermanfaat.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Lanjuutttt…!!! 😉

    Suka

  2. fun riding = menikmati perjalanan, wkwkwkwkw, alon-alon 😀

    Suka

  3. mas kok ngirit banget….? dr jombor bukan 0 KM lho mas…

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: