Turing ke Slawi dan Bumijawa

image

Bikin holder untuk advan S5F dengan plat bekas nomer polisi

image

Advan S5F duduk manis di holder dan di charge powerbank yang saya lakban di tangkai spion

Hari sabtu saya single touring dengan tujuan ke Slawi dan Bumijawa tempat adik dan tempat kakak saya.

Dari rumah jam 8:10 saya mampir ganti olie motor saya di bengkel kulon TUMUT. Lalu isi bensin full 50 ribu di pom bensin timur bangjo Gedongan.

Perjalanan saya lanjut via Minggir lalu Borobudur lalu Sepuran lalu Wonosobo, Bawang, Purwonegoro Mandiraja, Klampok belok kanan , Bukateja, Purbalingga via jalur bis ambil arah Pemalang, lalu jurusan Slawi yang jalanannya lewat diatas pegunungan. Sampai di Banjarnegara.

Saya juga silaturahmi ke pemancar TVRI SLAWI di BUKIT GANTUNGAN lalu lanjut ke BUMIJAWA via TUWEL yang jalannya melintasi hutan pinus sepi lanjut ke JEJEG lalu BUMIJAWA ke CINTAMANIK.

Untunglah ada hp android yang saya buatkan holder di atas setang dari bekas plat nomer polisi yang bahannya dari almunium sehingga gampang saya bentuk menjadi holder dan saya lem castol ke dudukan raiser setang motor saya. Sepanjang jalan saya mengandalkan googlemaps dan sesekali bertanya untuk memastikan arah yang benar.

Saya pulan jogja senin pagi jam 8:10 dan mampir di sedulur koboys kang inung di mandiraja. Lalu saya lanjut perjalanan arah Wonosobo, saya lihat ada pertigaan kearah KEBUMEN dan saya lihat di peta melewati sisi timur waduk WADAS LINTANG. Ternyata jalan berkelok kelok diatas bukit dan kiro kanan kalau bukan jurang maka tanaman pinus yang ada. Akhirnya saya tiba di sebuah pertigaan yang kiri kearah SAPURAN dan KALIBAWANG WONOSOBO, yang kanan adalah jalur besar yang ke KEBUMEN. Saya nekat ambil kiri, dan ternyata jalannya mulus aspal tapi berkelok nail turun. Bahkan ada yang mentok naik tinggi di bukit hutan pinus yang sepi. Duh karena audah terlanjur maka saya ikuti saja jalannya dan akhirnya tembus di lapangan SAPURAN.

Saya lanjut keselatan arah PURWOREJO, karena saya pingin lewat Kaligesing yang terkenal kambing ETAWA tembus ke perempatan KENTENG KULONPROGO, lalu lurus nyebrang jembatan progo menuju GODEAN. Itu hampir garis lurus tapi memang jalannya naik mentok sampai perbatasan  Kulonprogo, lalu menuju ke KENTENG jalannya menurun sepanjang 26 Km, dan ada turunan yanh extrim menjelang 6 km sampai ke Kenteng.

Saya benar benar puas bisa lewat jalan jalan yang belum pernah saya lewati sebelnya.

Konsumsi motor pulsar saya rata rata 40 km per liter. Irit juga nih.

image

image

image

Dari rumah di nol kan

image

Mampir isi bensin full di POM timur perempatan Gedongan

image

image

Isi bensin di daerah SLAWI

image

image

image

image

Sampai di rumah

Mas DHIKA pemilik pertama All New CBR150R di Jogja

Pas kemarin acara launching All New CBR150R, di Hotel Sheraton Jogja, kami koboys semeja dengan mas DHIKA yang merupakan pengindent pertama All New CBR150R di wilayah Jogja. Dan buktinya mendapat semacam Sertifikat pembeli pertama. Beliau indent kira-kira tanggal 5 September 2014 saat dilaunching, dan indent online ternyata.
image

Mas Dhika bekerja di salah satu perusahaan di Jogja bagian IT.

Selamat mas Dhika, tidak salah pilih CBR 150R, apalagi pilihannya yang repsol edition. CBR150 R ini menurut saya memang desainnya bagus dan seimbang antara depan tengah dan belakang bisa dilihat dengan manis.

100_4926

mas Dhika kaos merah, yang kaos abu abu songgo uang kepingin CBR 150 R 😀

100_4950 100_4947 100_4935

nih yang mau ambil kredit All New CBR 150 R di Jogja

cbr 6 cbr 5 cbr 4 cbr 3 cbr 2 cbr 1 kredit cbr 1 kredit cbr

3×1 atau 1×3 sih minum obat itu?

image

Lagi heboh di medsos soal diatas. Karena istri saya kemarin sebelum heboh ini malah sempat bincang bincang dengan saya membicarakan murid-muridnya kelas 6 SD, salah satunya membicakan teknik perkalian seperti diatas, dan jawaban istri saya seperti dibawah ini.

image

Oh iya saat ini memang pelajaran matematika SD sudah lumayan sulit, beruntung istri saya ini lulusan S1 pendidikan matetika IKIP Karangmalang Jogja. Juga lulusan S1 PGSD UPY. Sehingga bisa mengajar matematika dengan mudah ke murid muridnya.

Kopdar motuba kedua di JEC Jogja

Ini adalah kali kedua saya kopdar motuba di Jogja, kali ini tempatnya di JEC, saya dan keluarga saya cuma nebeng Jeng Tina milik om Aziz, heboh juga jeng tina bisa ngangkut 4 dewasa, 2 anak anak, dan satu balita.

Kami berangkat selepas sholat maghrib dari rumah saya, dengan terlebih dulu ada trobel accu milik jeng tina yang kurang nyetrum, sehingga akhirnya nyopot dari Jovan saya dan dipasang di jeng tina.

Sampai di JEC langsung parkir di sisi barat paling utara depan ATM Mandiri, lalu kami menuju tempat kopdar di FoodCourt sisi barat parkiran JEC. Sudah berkumpul beberapa sedulur motuba, sayang om Teguh yang sudah di JEC dari jam 16, sudah pulang duluan sebelum kami tiba.

Yang datang kopdar antara lain

1. Aziz dengan Jeng Tina

2. Gita indriya pakai Terri

3. Roro Mendut pakai Feroza Daihatsu

4. Ariyanto

5. Andhika pakai Lancer

6. Sari Yanto Ford Putih

7. Yohanes Dwi Indarto pakai Mazda

8. Ari Kusuma pakai Forsa

9. Hadiyanta fam nebeng jeng tina

10. Fendiatmoko

11. Teguh pakai motuba mobiliyo 😀

Sementara bapak-bapak kopdar, maka istri saya dan istri om Aziz beserta dengan anak-anak muter muter nonton pameran di Hall JEC. Jadi enggak bete nungguin orang kopdar 😀

Akhirnya motuba masing-masing kita pindah jadi satu disebelah barat gedung JEC, sehingga bisa difoto foto dengan cantik, saya nyoba motubanya mbak Roro Mendut yaitu Feroza, wuah ini motuba masih kaleng ori, dan setirane penak tenak. Maklum sehari hari saya pakai jovan yang belum power steering sih. Jadi gumun nyopir Feroza yang gede gini dengan setiran kecil tapi enak banget handlingnya.

Lalu saya mborong 6 stiker motuba sama om Sari yanto, total Rp. 54.000, untuk saya bagikan ke dulur-dulur motuba lainnya yang tidak sempat ikut kopdar kali ini.

Kopdar motuba ini tidak wajib, pokoknya kalau bisa datang ya datang, kalau tidak bisa ya enggak apa apa, tidak ada paksaan apapun, dibuat heppy saja.

Motuba13 motuba14 motuba15 motuba16 motuba17 motuba18 motuba19 motubaJEC1 motubaJEC2 motubaJEC3 ??????????????????????????????? motubaJEC5 ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

image

Nempel di katana

Episode 2 : Review Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS 2014 Indonesia by KARS TV

Salut buat koboys junior yang telah membuat review motor lalu diunggah di youtube, saya sendiri baru sempat download dan melihat yang seri kedua ini, yaitu review Kawasaki Bajaj Pulsar 200NS.

oh iya istilah KOBOYS JUNIOR, sebenarnya hanya untuk menyebut koboys yang muda muda secara umur, karena memang pada perkembangannya koboys banyak blogger anak anak muda yang bergabung, secara umur mereka mungkin muda, tapi secara ilmu, saya sendiri kalah jauh dari mereka. 

Saya tadi pas nonton sempat cekikak cekikik sendirian melihat review yang mengalir dan kocak tanpa meninggalkan esensinya untuk mereview sebuah produk motor. Dengan host adalah yudhakusuma, biasanya beliau blognya membahas mobil-mobil malahan.

Yang pertama tentu spesifikasinya, hal ini bisa dibandingkan dengan merek sejenis, yaitu generasi pulsar yang lebih tua, juga dibandingkan dengan merek lain. 

Lalu ada uji suspensi dengan penumpangnya adalah kakak bhima 😀

Lalu tentu saja uji handling dengan dikendarai dengan berbagai kecepatan dan kemiringan medan yang berbeda.

Sekali lagi salut untuk sedulur sedulurku koboys junior yang telah membuat KARS TV, kedepan saya yakin kalian akan dicari oleh peluang dan oleh pekerjaan yang tidak jauh dari hal ini, karena kedepan akan banyak tv siaran digital yang butuh content siaran untuk on air tiap harinya. Sebagai gambaran di jogja besok bisa ada sekurangnya 40 tv digital bahkan bisa lebih. Dan ini adalah peluang untuk PH PH untuk membuat program acara yagn menarik dan nantinya bisa untuk dijual ke tv.

Memang masih ada beberapa kekurangan dalam video ini, yang pertama saat pembukaan, host membelakangi matahari, jadi istilahnya backlight, video jadi kurang enak ditonton, yang kedua adalah mix sound antara musik latar dan suara host masih belum stabil, kadang host terlalu lirih, kadang keras, jadi saya musti mengeraskan atau meminimkan volume biar pas. Dan saya tadi menangkap deru angin kencang saat syuting, karena memang lokasi diambil di Waduk Sermo Kulonprogo.

Teruslah berkarya dan nanti pengalamanlah yang akan membuat kalian sempurna.

======================================================================================

Jemurlah blog pada tempatnya

Fenomena jemur menjemur blog memang dua tahun terakhir ini sangat marak diantara para blogger. Dari sisi marketing okelah itu dilakukan. Tapi kudune yo lihat lihat situasi dan kondisi serta pasar yang dituju. Atau mungkin blogger yang sering jemuran itu pakai jurus sapu bersih. Semua tempat ditinggali jejak jemuran link tulisan atau postingan blognya, tanpa kecuali. Dengan pikiran statistik dari 100% yang baca link nya di FB atau grup FB, lumayan kalau ada 5% saja yang klik link tersebut. Itu kalau semua grup FB yang diikuti ditinggali jemuran, maka dari statistik 5% per grup FB jadinya banyak juga.

Saya sendiri ngeblog sejak 6 Januari 2008, jadi sudah 6 tahun lebih ngeblog. Twitter dan FB saya terhubung otomatis dengan postingan saya di blog. Sehingga tiap kali ada tulisan baru saya posting, pasti muncul di FB dan TWITTER saya. Jadi yang berteman dengan kedua medsos saya itu otomatis akan tahu postingan baru saya. Ada juga yang mengikuti blog dengan email. Begitu posting maka akan ada notifikasi langsung via email.

Dari awal ngeblog, niatan saya memang nulis pengalaman apa yang saya alami yang sekiranya saya bagikan maka akan berguna bagi pembaca. Saya kadang malah lebih banyak fotonya dari pada tulisannya, dan tentunya foto bidikan saya sendiri, tapi foto itupun saya malas untuk memberi watermark. Kebanyakan pengunjung blog saya adalah membaca tulisan tulisan saya yang telah lama tapi memang ada nilai kemanfaatannya.

image

Pada perkembangannya memang saya banyak berinteraksi dengan blogger otomotif dan ada postingan saya yang copas dari press release dari pabrikan motor.

Kembali ke jemur menjemur, saya pribadi memakai etika atau batasan dalam menjemur. Misal ada postingan di FB yang membahas demo buruh, maka saya coba berikan link tulisan saya mengenai hal tersebut, akan tidak beretika jika sedang mbahas demo buruh tapi saya mungkin malah kasih jemuran tulisan motor terbaru dari pabrikan, dll.

Dalam dunia televisi, tiap iklan pasti ada tempatnya. Misal nih iklan mobil klas premium, ya tidak bakal ditayangkan di acara yang penontonnya diprediksi bukan calon pembeli potensial dari mobil kelas premium. Maklum iklan di tv kan mahal, perlu biaya, berbeda dengan iklanin blog dengan menjemur disembarang tempat karena gratis. Tapi semua itu kembali ke masing masing blogger dengan batasan ukuran etika dan rasa masing masing sih.

image

Postingan kali ini terinspirasi dari update status sedulur FB dan blogger juga yang mengatakan saat ini tiap buka FB kok isinya jemuran blog. Kalau saya pribadi jawab, ya itu tadi kalau di FB di beranda saya, memang terhubung otomatis dengan blog, tapi yakin saya tidak njemur di wall teman teman dengan sengaja atau njemur link blog di postingan FB yang melenceng dari tema postingan FB. Apalagi njemur misal di grup FB Kuliner tapi njemurnya tulisan tentang mobil atau motor atau hp android misalnya, sungguh etika saya melarang hal tersebut saya lakukan.

Saya ngeblog sejak 2008 dan ketika anda berteman dengan saya di FB setelah tahun 2008 maka resiko nemui link postingan blog saya di FB adalah suatu hal yang wajar. Eh memang FB sejak kapan to ada? Lupa saya 😀
image

Tulisan saya tentang mobil tua saya, saya jemur di grup FB motuba, kalau tulisan saya ini saya jemur di grup FB misal grup honda cb150r, opo wangun?

Njemur yo njemur ning ojo waton njemur. Ngono yo ngono ning ojo ngono. Ibarat njemur selimut tebal tapi di dalam ruangan tertutup, yo ora tepat. Empan papan.