Jemurlah blog pada tempatnya


Fenomena jemur menjemur blog memang dua tahun terakhir ini sangat marak diantara para blogger. Dari sisi marketing okelah itu dilakukan. Tapi kudune yo lihat lihat situasi dan kondisi serta pasar yang dituju. Atau mungkin blogger yang sering jemuran itu pakai jurus sapu bersih. Semua tempat ditinggali jejak jemuran link tulisan atau postingan blognya, tanpa kecuali. Dengan pikiran statistik dari 100% yang baca link nya di FB atau grup FB, lumayan kalau ada 5% saja yang klik link tersebut. Itu kalau semua grup FB yang diikuti ditinggali jemuran, maka dari statistik 5% per grup FB jadinya banyak juga.

Saya sendiri ngeblog sejak 6 Januari 2008, jadi sudah 6 tahun lebih ngeblog. Twitter dan FB saya terhubung otomatis dengan postingan saya di blog. Sehingga tiap kali ada tulisan baru saya posting, pasti muncul di FB dan TWITTER saya. Jadi yang berteman dengan kedua medsos saya itu otomatis akan tahu postingan baru saya. Ada juga yang mengikuti blog dengan email. Begitu posting maka akan ada notifikasi langsung via email.

Dari awal ngeblog, niatan saya memang nulis pengalaman apa yang saya alami yang sekiranya saya bagikan maka akan berguna bagi pembaca. Saya kadang malah lebih banyak fotonya dari pada tulisannya, dan tentunya foto bidikan saya sendiri, tapi foto itupun saya malas untuk memberi watermark. Kebanyakan pengunjung blog saya adalah membaca tulisan tulisan saya yang telah lama tapi memang ada nilai kemanfaatannya.

image

Pada perkembangannya memang saya banyak berinteraksi dengan blogger otomotif dan ada postingan saya yang copas dari press release dari pabrikan motor.

Kembali ke jemur menjemur, saya pribadi memakai etika atau batasan dalam menjemur. Misal ada postingan di FB yang membahas demo buruh, maka saya coba berikan link tulisan saya mengenai hal tersebut, akan tidak beretika jika sedang mbahas demo buruh tapi saya mungkin malah kasih jemuran tulisan motor terbaru dari pabrikan, dll.

Dalam dunia televisi, tiap iklan pasti ada tempatnya. Misal nih iklan mobil klas premium, ya tidak bakal ditayangkan di acara yang penontonnya diprediksi bukan calon pembeli potensial dari mobil kelas premium. Maklum iklan di tv kan mahal, perlu biaya, berbeda dengan iklanin blog dengan menjemur disembarang tempat karena gratis. Tapi semua itu kembali ke masing masing blogger dengan batasan ukuran etika dan rasa masing masing sih.

image

Postingan kali ini terinspirasi dari update status sedulur FB dan blogger juga yang mengatakan saat ini tiap buka FB kok isinya jemuran blog. Kalau saya pribadi jawab, ya itu tadi kalau di FB di beranda saya, memang terhubung otomatis dengan blog, tapi yakin saya tidak njemur di wall teman teman dengan sengaja atau njemur link blog di postingan FB yang melenceng dari tema postingan FB. Apalagi njemur misal di grup FB Kuliner tapi njemurnya tulisan tentang mobil atau motor atau hp android misalnya, sungguh etika saya melarang hal tersebut saya lakukan.

Saya ngeblog sejak 2008 dan ketika anda berteman dengan saya di FB setelah tahun 2008 maka resiko nemui link postingan blog saya di FB adalah suatu hal yang wajar. Eh memang FB sejak kapan to ada? Lupa saya 😀
image

Tulisan saya tentang mobil tua saya, saya jemur di grup FB motuba, kalau tulisan saya ini saya jemur di grup FB misal grup honda cb150r, opo wangun?

Njemur yo njemur ning ojo waton njemur. Ngono yo ngono ning ojo ngono. Ibarat njemur selimut tebal tapi di dalam ruangan tertutup, yo ora tepat. Empan papan.

Iklan

14 Tanggapan

  1. setuju.. njemur di grup dengan pembahasan beda topik ibarat njemur pakaian di atas mobil tetangga..

    Suka

  2. Saya sangat sepakat dengan ini… hhmm tapi begini, selama share blognya masih di grup pembahasan sepeda motor saya kira tidak masalah

    Suka

  3. setuju pak HADI, jossssssssss

    Suka

  4. Memang mas, kadang suka enek aja. Nyampah lah istilah kasarnya… Semisal link artikel di Jemur ke Grup2 (pesbuk) di tempat dia join, diposting lah ke semua Grup2 itu… Padahal mah gak ada hubungannya antara artikel sama Grup, misal: Grup tentang Elektronik, tapi dikasih link artikel berita motor baru… Laaah?

    Suka

  5. setuju pak…..

    Suka

  6. oh begitu…ga jemur ah

    Suka

  7. lha sekarang khan era marketing 4.0… :mrgreen: sori ndak nitip jemur,udah kering kabeh 😀

    Suka

  8. aku ra nate njemur lho, wis nganggo pengering otomatis…

    Suka

  9. saya jarang posting om, apa pula yang dijemur 😦

    Suka

  10. sepaket

    Suka

Silahkan memberi komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: