Antri haji lama, uang kertas jadi susut nilainya

image

Ini sekadar ilustrasi untuk daerah jogja bahwa antrian jika daftar haji tahun 2013 saat ini, maka dapat giliran naik hajinya kurang lebih tahun 2025. Bahkan mungkin sudah lebih.  (sepertinya sudah tahun 2027 yang daftar saat ini)

Jika depag mau merubah pola pikir yaitu setoran awal yang 25 juta per calon jamaah haji itu langsung dibelikan emas murni batangan, maka saat ini dengan harga 500ribu per gram, akan dapat kurang lebih 50 gram, lalu emas tersebut oleh depag disimpan saja di tempat yang aman.

Atau mulai pendaftaran haji bulan oktober 2013, daftarnya dengan emas batangan 50 gram antam. Tidak lagi dengan nominal uang kertas rupiah.

Tahun 2025 saat giliran jamah haji sudah sampai, emas 50 gram tersebut tinggal dijual saja. Tahun 2025 harga emas diprediksi bisa mencapai Rp. 5 juta per gram Maka akan dapat uang 250 juta. Jadi calon haji malah kelebihan uang sebagaimana hitungan saya diatas.

250juta – 110juta + 25juta = 165juta.

Jadi tahun 2025 malah kelebihan 165juta.

Tapi jika tetap pakai cara saat ini yaitu dengan hitungan uang kertas rupiah. Maka saat tahun 2025 yang diprediksi ONH bakal tembus kisaran 110juta sehingga calon haji yang setoran awalnya baru 25 juta, masih harus melunasi kekurangannya sebanyak 85 juta.

Saya yakin banyak calon haji yang mendaftar saat ini tidak menyadari hal ini. Mengira ONH stabil dikisaran 35juta. Padahal jika pakai standar emas murni batangan, biaya ONH makin murah.

Depag harusnya berpegang pada Al Quran yaitu memakai uang sunah, yaitu dinar dan dirham. Emas dan perak. Bukan uang kertas yang nilainya susut dan menyengsarakan calon haji. Makin lama calon haji antrinya, maka makin banyak tombok yang harus dibayar saat pelunasan ONH disaat tahun keberangkatannya.

image

Untuk prediksi ONH dan harga emas di tahun 2025 bisa anda google.