Byson merah bro Sudar Adp

Dari penampakan BYShon-da di fesbuk beberapa hari yang lalu, saya yakin sudah bro sudar dah jadi minang byson untuk menggantikan vario nya.

Telah beberapa kali saya SMS agar dibawa ke kantor, tapi karena hujan dan lain hal maka tertunda terus. (byson kok wedi udan, jian kepiye)

Namun Senin pagi 25 Oktober 2010 kisaran jam 06:15, bro Sudar tanpa dinyana datang angon Byson untuk merumput di rumput kantor saya yang hijau dan tebal, semacam padang prairi di  dunia koboi jaman wildwest dulu (klik saja cerita winnetou ketua suku apache disini).

 

gahar (meskipun sungunye copot)

 

 

Jangan ditiru, gak septi babar blas, tanpa helm, sarung tangan dan sepatu

 

Tanpa basa-basi, saya langsung numpak Byson, turun ke warung dekat pemancar. Setangnya yang bentuknya kayak fatbar (atau apa istilahnya?) enak untuk dipegang, badan agak lebih menunduk sedikit ketimbang saat pegang NMP, tapi masih nunduk UG4 saya sih. yang saya rasakan koplingnya enteng dan enak dilepas, mesin tidak nggereng-nggereng, hampir mirip dengan UG4 saya, kalau saat naik NMP kok agak beda feelingnya bagi saya, agak susah dikit saat gigi pertama ngeculke kopling, tapi ini sih mungkin faktor kebiasaan saya yang bawa UG4.

 

Panel spedometer

 

 

Punya NMP

 

 

NMP lebih dekat

 

 

UG4 dari dekat

 

 

UG4 dari jauh

 

Saya jelas turah-turah sikil saat naik Byson, alias tidak dingklik detectec, yang agak lucu adalah tutup tangkinya yang lepasan, bukan kayak punya UG4 saya, tapi ya wajar karena tangkinya juga pakai kondom kok. Yang paling enak dilihat adalah diameter shock depan yang besar banget, kalah deh UG4 saya, padahal UG4 saya juga sudah besar.

Yang menarik bagi saya adalah RMP meternya yang digital, bisa naik turun dilihat asyik, kayak di motogp kalo pas diperlihatkan RMPnya si pembalap. Mengenai mesin saya kurang paham, yang jelas enak saja saat dibawa naik tanjakan, saya memang tidak mencoba secara ektrim, maklum motor anyar je, eman-eman.

Saya kira ini adalah Byson pertama di daerah Patuk Gunungkidul yang saya tahu 😀 Untuk KOBOYS, mesti pada ngarep test ride, mungkin kapan2 bisa kita jadwal di lintasan angkringan KOBOYS, sekaligus syukuran, yen sing duwe byson syukuran lho 😀

Pulangnya saya beli lontong sayur untuk sarapan.

 

Monster Energy of lonthong sayur