Budaya UJUNG – silaturahmi di dusunku

image

Budaya silaturahmi dari rumah ke rumah masih lestari di dusun kami, terutama oleh remaja masjid. Sengaja ini dilakukan di hari kedua. Karena di hari pertama biasanya untuk acara keluarga.

Dulu duapuluh tahun yang lalu sayapun begini, berjalan dari rumah ke rumah untuk UJUNG. Minimal 15 menitan kami bersilaturahmi di tiap rumah.

Kekompakan para remaja ini adalah nilai plus tersendiri. Juga budaya sowan menghormati dan minta maaf pada para orang tua adalah budaya yang patut dilestarikan.

Ditengah badai teknologi dan budaya yang kadang merusak generasi muda, budaya UJUNG yang bagi sebagian anak muda dianggap kolot, tapi generasi muda kami dengan penuh kebanggaan dan kesadaran masih melestarikannya.

image

image

image

image

image

image

image

image

Hasil PILPRES TPS 14 TIWIR SUMBERSARI MOYUDAN

image

image

image

image

image

image

Hasil coblosan DPRD SLEMAN di TPS saya

image

image

Dan pemenangnya adalah PDIP

Hasil coblosan DPRD DIY di TPS saya

image

image

Inilah hasil coblosan DPRD TINGKAT PROPINSI DIY di TPS saya.

Juaranya adalah MUHAMMMAD ZAYID, Caleg PPP, ini adalah sahabat dan tetangga dekat saya 😀

Hasil coblosan DPR RI di TPS saya

image

Monggo di lihat langsung saja rekapannya. Ini di TPS tempat saya nyoblos.

Hasil coblosan DPD di TPS saya

image

Inilah rekap hasil coblosan DPD di TPS saya.

Pemenangnya adalah GKR HEMAS.

Gotong royong masih berjalan di dusunku

image

image

image

Ini adalah gotong royong warga RT saya untuk membuat saluran air di tengah dusun agar air hujan lancar terbuang ke selokan  sehingga tidak menimbulkan banjir.
image

image

image

image

image

Qurban 7 sapi dan 6 kambing di jamaah masjid dusunku

image

 

Alhamdulillah memasuki iedul qurban kali ini saya bisa ikut berqurban, Iuran kurban tahun ini adalah Rp. 1.900.000, untuk kurban 1 ekor sapi dengan patungan 7 orang. Perhitungannya masih dibawah 1 dinar, karena satu dinar saat ini sama dengan Rp. 2,122,782.

Qurban kali ini untuk penyembelihan dan pembagian dilakukan di depan halaman rumah pak Kesra Sumbersari, dan dua rumah di baratnya. Sayang sekali ada yang kurang sreg bagi saya, yaitu saat menguliti sapi, ternyata di halaman tanah berdebu, sehingga debu banyak beterbangan dan saya yakin mengenai daging, kulit sapi juga kotor karena bersentuhan langsung dengan tanah. Mungkin ini untuk evaluasi, untuk qurban yang akan datang kalau masih di tempat yang sama, harus diberi alas, misal satu sapi dibelikan satu alas GEDHEK (anyaman bambu), lalu diatasnya masih diberi deklit/terpal, sehingga kebersihan lebih terjaga.

Qurban kali ini yang berpartisipasi ada 54 orang, dan bisa mendapatkan 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing, satu ekor kambing disumbangkan ke jamaah lain. Biasanya ada yang arisan qurban separo dilakukan dua orang berpasangan bergantian, jadi tetap saja qurbannya adalah dua tahun sekali. Tapi kalau saya ya pilih qurban sendiri kalau mampu. kalau mampunya setahun sekali ya syukur, kalau mampunya dua tahun sekali ya syukur.

Proses penyembelihan dilakukan mulai jam 8 pagi, dan selesai sampai dibagi bagi ke warga yang berhak kisaran jam 14.

Seperti biasa qurban di jamaah masjid tempat saya ini, smeua warga datang untuk sama sama memotong dan membagi hewan qurban. Ada yang tugasnya memotong, ada yang menguliti, ada yang mengiris jadi daging kecil kecil, ada yang membelah dan memotong tulang, dan tidak lupa ada yang mencatat satu persatu daging menurut sapi masing masing, tidak dicampur. Semua jamaah guyup rukun, dan inilah ibadah yang saya lihat membuat kerukunan dan kebersamaan warga jamaah benar-benar terlaksana. Semoga bisa diaplikasikan ke ibadah yang lainnya. Sehingga masjid kami menjadi lebih subur makmur.

 

image

image

image

image

image

image

image

 

mulus nih jalan dusunku……

IMG_20130919_075106 IMG_20130919_075115

 

Kemarin sore pas saya lewat pakai jovan, lha kok disuruh muter, ternyata jalan sedang diaspal ulang, padahal kondisinya sih masih 90% bagus, dibanding jalan jalan di daerah jateng yang dulu saya lewati saat naik bis ke cikarang, sekitar daerah penghasil bawang merah yang jalannya sejajar dengan sungai.

Alhamdulillah memang di DIY kalau soal jalan, rata-rata mulus, rasanya marem juga dan seneng seneng saja bayar pajak motor dll kalau kondisi jalan seperti ini terus.

Jalan yang diaspal ini setahu saya mulai dari perempatan pasar Menulis, sampai perempatan utara dusun mertua saya, kurang lebih ada 3km.

Jalan adalah urat nadi pergerakan orang dan ekonomi, kalau jalan mulus dan lalu lintas lancar maka akan menghemat bbm dan ekonomi juga lancar, semoga daerah daerah lain bisa seperti jogja dalam hal mulusnya jalan.

IMG_20130919_075125

ngecor pengerasan jalan di kampungku

IMG_20130302_134148

Namanya juga dikampung, pembangunan juga swadaya, inilah hebatnya orang orang kampung, salah satunya adalah pengerasan jalan kampung di dusun saya, lebih tepatnya di RT 04 dusun saya, karena biasanya sudah per RT kalau ada kegiatan-kegiatan di kampung, meskipun begitu dari RT laion juga ada yang membantu, inilah gotong royong guyup rukun yang masih hidup di dusunku.

Jalan ini kebetulan ada di sisi barat dan utara rumah saya, memang jalan utama kampung sudah lebih dulu di cor beberapa tahun yang lalu, yang ini adalah kelanjutan. Kenapa pilih cor? karena lebih irit dan bisa dibikin lebih bagus adonannya dan ketebalan serta lebar jalan yang mau di cor, beda dengan pengaspalan jalan kampung, jalan harus diaspal semua permukaannya, padahal tidak setiap bagian jalan diperlukan benar untuk dilewati.

Untuk jalan dusun yang dicor hanya setengahnya saja, yaitu hanya dua lajur kanan kiri dengan menyisakan tengah yang lebarnya hampir sama dengan yang di cor kiri kanan, dan disisakan b=pada sisi kiri dan kanan jalan. Dengan demikian biaya bisa ditekan.

Pengecoran ini dilakukan dengan cara kerja bakti gotong royong, pengadukan dilakukan dengan mesin molen. Campuran untuk satu molen adalah sekitar 8 ember kecil air, 1 sak semen, 6 pecahan batu (krakal), dan 7 pasir. Setelah diaduk dengan molen maka didistribusikan dengan CELENG bisa untuk 5 celeng, lalu dibawa ke bagian jalan yang akan di cor.

Dalam pengecoran ini ada tim sebagai berikut :
1. Operator molen ada dua orang, satu orang pegang kemudi molen yang bertugas memutar molen untuk menumpahkan adukan ke celelng. Satunya adalah operator yang memasukkan semen, pasir dan krakal ke mulut molen.
2. Penyedia air, terdiri sekitar 3 orang yang menimba air dari saluran air kecil yang kebetulan melintas di dekat rumah saya.
3. Penyedia pasir yang dimasukkan ke keranjang dari bambu, terdiri dari sekitar 4 sampai 5 orang.
4. Penyedia krakal yang juga dimasukkan kedalam keranjang, terdiri dari sekitar 4 sampai 5 orang.
5. Operator CELENG teridir dari 4 celeng dengan satu celeng dioperatori satu orang utnuk distribusi adonan yang sudah jadi dari molen menuju lokasi bagian jalan yang akan di cor/dikeraskan.
6. Tukang yang menjereng adonan di bagian jalan yang mau dikeraskan, kurang lebih ada 5 orang.
7. Ibu-ibu penyedia makanan dan minuman untuk yang kerja bakti.
8. Administrasi dan bendahara yang mencatatat iuran uang dan penggunaan.

Untuk bahan cor kemarin kami beli pasir dua truk, satu truk harganya 300san ribu, utnuk pecahan batu kami beli satu truk yang harganya kisaran 600.000, semen sekitar 50 sak.

Cor semen memang lebih tepat untuk jalan dusun, karena saya lihat beberapa dusun tetangga yang melakukan PENGASPALAN, akhirnya terbebani tiap rusak harus melakukan perbaikan, dan perlu diingat bahwa aspal di dusun dipastikan tiap tahun rusak, maka biasa perbaikannya juga susah dan mahal karena rusaknya kadang banyak, untuk pembelian drum aspal juga susah. Beda dengan beli semen yang dimanapun toko besi pasti menjualnya.

Alhamdulilah pengecoran jalan ini sunggunh bermanfaat untuk kami semua dan tamu tamu yang bakal melintas, paling tidak saat musim hujan, tidak membuat motor atau mobil jadi kotor.

IMG_20130302_150543

IMG_20130302_150713

IMG_20130302_150724

IMG_20130303_082930

IMG_20130303_112013

IMG_20130303_120402