Ban baru untuk cadangan JOVAN

image

Dulu desember 2013 saya beli ban cadangan tapi ban bekas. Belum dipakai sudah bocor.

Hari ini saya di toko dan bengkel ban langganan pulsar di BARAT PALBAPANG. Saya pilih beli ban baru harganya Rp. 550.000,- dan tambah beli kunci palang untuk buka ban Rp. 50.000.

Bagaimanapun kan iktiar punya ban cadangan. Biar gak repot jika bocor di jalan.

image

image

image

image

image

Iklan

Benarkah RUTE KA JOGJA-BANTUL-PALBAPANG MAU DIFUNGSIKAN KEMBALI…???

Tidak sengaja barusan baca salah satu postingan teman FB tentang hal ini, yaitu akan dibuka kembali RUTE KA JOGJA-BANTUL-PALBAPANG.

Memori saya terlempar saat masa kecil saya dulu, saya sering diajak ibu ketempat bulik di dongkelan jalan bantul. Saya tidak ingat persis letaknya saat ini. Sepertinya di dekat pasar burung Dongkelan. Barat jalan.

Kemungkinan saat itu saya sudah SD, Jadi kisaran tahun 1980-1985 nan. Rumah bulik dekat dengan jalan Bantul. Cuma dibatasi oleh REL KA di sisi barat jalan Bantul.

Saya ingat betul bahwa dulu kereta apinya masih menjalani rute sampai ke Palbapang Bantul. Lokomotifnya khas loko lama bentuknya dengan cerobong asap yang besar dan saat jalan mengeluarkan asap nan hitam dan tebal. Mungkin bahan bakarnya adalah batu bara.

Jaman dahulu kereta api berjaya, lalu angkutan kendaraan umum mulai berjaya menggantikan kereta api, lantas motor dan mobil pribadi mulai menggantikan angkutan kendaraan umum.

Dan hasilnya seperti kita lihat saat ini. Ketika orang enggan berbagi, enggan bersama sama, pingin kemana mana pakai kendaraan sendiri, baik mobil atau motor, maka yang terjadi saat ini adalah bukannya cepat dan nyaman, tapi malah macet dan lama.

Lihatlah bagai mana kesehariannya jakarta saat ini. Atau jogja kala musim liburan atau lebaran. Jalanan full. Yang sering lancar malah orang yang naik sepeda onthel.

Kereta api punya kans lagi untuk memuncaki dan mengambil alih lagi moda transportasi masal. Karena kereta api punya jalan sendiri, bisa on time berangkat dan sampai tujuannya. Muat banyak penumpang dalam sekali angkut.

Bangsa ini harusnya bisa banyak berhemat bbm asal pada mau kembali ke kereta api.

Anda setuju?

Kopdar koboys jadi seperti kopdar klub pulsar

Sore ini jam 19 sengaja saya undang koboys untuk kopdar di ANGKRINGAN RESMI KOBOYS di Palbapang Bantul.

Pak Camat test ride PZZO milik bro M Yusuf

Yg hadir sbb :

1. M Yusuf Pzzo

2. Kucing Ireng Pzoo

3. Hadiyanta Pibo UG4

4. Heri Pramoko Pibo UG4

5. Yugo+Adhani Pibo UG4

6. Alrozi FXR

7. Andi Surantao HSX125 (besok ganti pulsar)

8. Bagus Propus HREVO (besok ganti pulsar)

9. Gatra. HVARIO

10. Begawan&family mobil (beli KTM DUKE)

11. Agung Ae Hvario (ganti pulsar)

orange jus UG4, milik yugo

KI-KA : P220, P200, UG4, UG4

UG4

P200 keemasan dan P220 hitam

kelihatan deh yang habis gorengan sepuluh 😀

Agung, Gatra, bang One

disinyalir yang tengah pake batik itu Tiger Piceks

ipad jadi tembor untuk tatakan gelas, galaxy 5 jadi sego kucing

tinggal sisa sisa penjarahan koboys

Jika saja Dipo dan Fauzziah hadir, maka akan tambah Pzoo dua buah.

mantab, lawuh brutu

Trimakasih atas kehadirannya dlm rangka ultah blog saya yg ke empat. Enaknya angkringan ini adalah tadi totalan habis Rp. 100.000 padahal ada yg ngembat gorengan 10. Ada pula yg minum sampai 3 gelas. Ha ha ha.

NB : foto-foto diangkringan saya ambil sendiri dengan kamera pinjaman dari Tiger Piceks abal-abal ha ha ha

Posted from WordPress for Android Samsung Galaxy Mini by hadiyanta

Angkringan koboys palbapang bantul new version

ada menu android, SE, samsung, SE, samsung

Gorengan panas dari wajan

Inilah tampilan angkringan tempat kopdar resmi koboys di bantul, menjadi angringan yang nyaman karena sekarang diberi tenda yang terbukti kuat dan tidak bocor saat hujan deras kemarin, tapi ternyata angin dari samping masih membawa uap air dan membasahi baju.

Gorengan dijamin panas, karena digoreng mendadak di tempat. Bangku juga panjang dan aaneka makanan lumayan lengkap dari pada dulu.

Heri Pramoko dan BledugGorengan panas dari wajan

koboys di angkringan Palbapang Bantul

CBR250R, Pulsar 220 DTS-i, rukunan test ride di Jogja saja

image

 

 

Heboh soal testride CBR250R dan P220 DTS-i, saya jadi teringat tabloid PULSA yang saya beli kemarin.

Apanya yang berbeda dengan tabloid ini, tabloid ini dalam setiap testride HP yang dilakukannya selalu membeli sendiri HP tersebut. Hebat kan tabloid ini! Dan saya percaya bahwa memang semua HP yang di test benar-benar dibeli sendiri, bukan pinjaman dari Vendor atau ATPM.

Ada baiknya saya tulis saja :

Demi menjaga independensi, ponsel yang diuji PULSA, didapat dengan cara membeli di pasaran, dan BUKAN PINJAMAN vendor / ATPM.


Jadi saat HP sudah diedarkan di pasaran maka tabloid ini baru bisa ngetest, karena harus membeli sendiri HPnya.

Jadi saya hanya berdoa, semoga akan ada sedulur KOBOYS yang besok beli CBR250R dan juga Pulsar 220 DTS-i, lantas nanti ditestride oleh KOBOYS seperti biasanya kita testride, mungkin di angkringan koboys di Terminal Palbapang Bantul. Sambil menikmati aneka wedang panas, nasi kucing dan aneka gorengan. Jadi besok saat nulis di blog bisa ditulis seperti ini

Demi menjaga independensi, motor  yang diuji koboys, didapat dengan cara meminjam diantara para koboys, dan BUKAN PINJAMAN vendor / ATPM.

😀

Inilah enaknya koboys, bisa testride motor aneka jenis dan merek.

* saya pernah ikut testride NMP dari Semarang ke Jogja.

oleh-oleh dari HUT JHC (Jogja Honda Classic)

Orang menerima undangan ya wajib datang, makanya kami KOBOYS kemarin datang juga memenuhi undangan bro Pras, ketua PMHY (Paguyuban Motor Honda Yogyakarta). Undangan ultah JHC yang bertempat di Pasar Seni Gabusan, Jalan Parangtritis, pada hari Sabtu 9 Oktober 2010.

Bro martini lagi romantisme masa lalu

motor paling elek, mbahne CBR 😀

Motor paling apik. Shroudnya menginspirasi NMP 😀

Bro Pras yang njawani dan grapyak semanak

ajib

ketemu teman lamaaaaaaaaaaaaaaaaa

Yang paling heboh dan terharu biru, tentu saja bro Martini, karena beliau dulu pernah 10 tahunan aktif di honda klasik solo, wah lupa nama perkumpulannya. Hampir semua motor dikangkangi oleh Martini, untuk minta difoto.

Banyak motor honda klasik dari yang tampilannya kumuh sampai yang segar menggoda.

Kurang lebih jam 16:30 saya beru sampai di Pasar Gabusan, langsung kontak bang one08, lalu saya parkir BC saya di dekat Ninja250r nya bro Rhangga (ben ndang ketularan duwe 😀 )

Setelah ketemu yang empunya gawe, yaitu bro Pras, maka kami kemudian menuju ke ANGKRINGAN KOBOYS di terminal Palbapang, wuih saya langsung habis 3 nasi kucing yang lauk teri, jian dadi kucing beneran. Ditemani 2 es jeruk dan malamnya tambah Jeruk panas, tidak lupa bakwan dan tahu susur, emang lezato.

spare partnya lengkap, ngalah-ngalahin spare part UG4 saya hu hu hu

sparepart dengan kardus warna merah, jadi ingat Star 1988 saya

Skyrider dan Kiai Pur  pamit duluan, diikuti oleh bro Dipo dengan pulsar 200 dan UG-nya (bukan UG 4 lho). Lalu Karismanis juga pulang. Jadilah kami tinggal bertiga, Begawan Kolor Ijo, Biru dan Hitam, wkwkwkwk kami diskusi hangat perkembangan dunia perbloggeran terutama R2, Begawan Kolor Ijo yang memang mumpuni karuh kanuragannya dalam dunia maya, banyak memberikan analisa-analisa menarik tentang alexa, google, pay pal, dll.

Akhirnya setelah waktu menunjukkan jam 21:30 kami bubaran. Kapan-kapan ke Angkringan Koboys lagi.

pengalaman pertama nyemplak Ninja250R

Acara buka puasa bersama blogger, biker dan komentator blog kemarin memang istimewa, sebelumnya mas one08 dah menjanjikan bakal mengundang bro Rhangga, biker Ninja250R, biar besok saat buber semua bisa test ride bergantian, sontak semangat saya membara, wuih numpak ninja250r???? Penasaran je sama ceritanya Alrozi yang sudah mengangkangi Si Ijo di mBogor sana.

Wis pernah njajal di Bogor, eh disini juga masih pingin ckckckckck

Tibalah giliran saya urutan kedua

Tempat bubernya sungguh ideal banget, yaitu si sebuah terminal kecil di daerah mbantul, jadi kita bisa test ride di lingkungan dalam terminal yang kurang lebih seluas lapangan bola tapi lebih kecil dikit, atau bisa juga keluar mubeng ambil jalan raya di luar terminal. Untunglah bro Rhangga datang sebelum maghrib, jadi ada banyak waktu untuk testride untuk menanti buka puasa, dan kondisi jalan juga masih terang.

Inilah yang dapat giliran nomer 3, widyo aka mig.

NinjaRider giliran nomer papat

bang One08 dan bro Rhangga owner si Merah. Foto sengaja dikaburkan ha ha ha

Yang memperoleh kesempatan pertama test ride adalah orang yang kedanan CBR tapi naga-naganya malah sekarang kedanan Ninja250R, siapa lagi kalu bukan juragan chips rumput laut (JCRL). Giliran kedua adalah saya, nah ada yang kocak saat mau menstarter si ninja tapi gak bisa hidup juga, ternyata oh ternyata JCRL tadi gak bisa menetralkan gigi, dan langkah paling ampuh adalah mematikan kunci kontak, lha tadi tak kira kunci kontak dah diposisi ON kok.

yang moto bro Diposedici

Difoto dengan kamera Prof oleh bro Dipo 😀

Karena saya berniat testride beneran, maka saya memakai helm fullface, sepatu, tapi tidak pakai jaket dan sarung tangan, kagak sempat, selak pingin numpak je 🙂 Perasaan saya saat duduk di seaternya, sungguh ergonomis, posisi badan enak banget cocok untuk dibawa banter. Saya membawa ninja merah keluar dari terminal, suaranya yang menggelegar menambah semangat untuk segera melarikannya, ini karena sudah diganti knalpot yang model ada dua lubangnya, saya larikan kearah Srandakan sampai barat pertigaan, lalu saya putar arah, dan langsung tarikkkkkkkk mang, uedan saya tidak sempat menghitung gigi berapa, tapi untuk mencapai 100kpj enteng banget dan waktunya mungkin hanya 3-4 detik saja, yah paling lama 5 detik lah. Belum puas melarikan si merah, lintasan dah habis, saya sudah sampai ke teminal lagi, ya sudah masuk terminal dan gantian yang lain yang sudah kemecer mau nyoba juga, tidak lupa saya action untuk dipoto-poto, biar lengkap ceritanya.

ada yang menyesal tidak nyobain si merah

Ada cerita sedih juga karena si Kilau Kuning yang ternyata ngebet mau nyoba jadi boncenger, tapi si Kilau Birunya gak mau nyoba.

Bro martini yang kebetulan di belakang saya, (saya gak tahu), malah komentar saya pake Ninja250R, motore ketok cuilik  😦 wuah apa badanku besar ya?

Dah naik Ninja250R saja masih dikomentari motore ketok cilik ?????

Dari cerita bro Rhangga, ninjanya minum bensin 1 liter tiap 30KM, yo lumayan irit lah untuk 250CC, tapi yang kagak nahan ya harganya, karena kemarin dari arena test ride, kita teruskan ke Alun-alun kabupaten Bantul yang ada event entah apa, tapi ada juga pameran motor yaitu Kawasaki, Honda, TVS, Yamaha, dan VIAR. Baca brosur Ninja250r harnganya 49juta, alamak, mending naik haji saja ya, atau paling tidak ya bisa naik haji dan bisa dapat ijol BC jadi Ninja250R, amin.

Saya penasaran banget kenapa posisi riding Ninja250R begitu enak dibanding posisi Riding BC saya, makanya saya bela-belain untuk menjejerkan BC dan Ninja250R, lalu saya ukur ketinggian Seaternya, rupanya posisi JOK si ninja memang lebih rendah ketimbang BC, dan BC ini lebih tinggi karena JOK nya tebel banget, memang nyaman dan empuk sih, tapi ini membuat posisi riding jadi terlalu nongol, sehingga saat naik BC, maka dada dapat hantaman angin yang kuat karena tinggi banget, beda dengan ninja yang kayaknya kita merangkul tangkinya, sehingga dada lebih aman dari terpaan angin dari depan. Saya simpulkan bahwa saya harus memangkas busa pada BC saya biar posisi ridingnya bisa mirip ninja, yah itung-itung penyesuaian lah siapa tahu besok bisa ganti Ninja250R beneran……….